SulawesiPos.com – PT Industri Padi Nusantara dan Universitas Hasanuddin menjalin kerja sama strategis dalam penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya pengembangan industri padi modern dari sektor pembibitan hingga pengolahan beras.
Kerja sama tersebut ditandai melalui agenda penandatanganan MoU dan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Jumat (24/4/2026) pukul 13.00 WITA, di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin.
Agenda ini menghadirkan Founder PT Industri Padi Nusantara, Prof Dr Drs H A M Nurdin Halid, serta President Director PT Industri Padi Nusantara, H A Nursyam Halid.
Founder PT Industri Padi Nusantara, Nurdin Halid, menegaskan bahwa MoU tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni administratif semata.
Ia berharap dalam waktu paling lama satu bulan, kerja sama tersebut sudah dapat ditindaklanjuti ke tahap PKS yang lebih teknis dan operasional.
“Hari ini kita MoU. Saya ingin MoU ini tidak berlangsung lama, paling lama berlaku sebulan, kemudian bisa berlanjut ke PKS atau perjanjian kerja sama,” ujar Nurdin.
Ia mendorong agar tim Universitas Hasanuddin bersama tim PT Industri Padi Nusantara segera merumuskan langkah konkret, termasuk pembentukan ekosistem industri padi dari hulu ke hilir.
Menurutnya, penguatan sektor pangan tidak cukup hanya berbicara pada tingkat produksi, tetapi harus dibangun secara komprehensif mulai dari pembibitan, teknologi pertanian, pengolahan, hingga pabrik.
“Saya harap dalam sebulan ini tim Pak Rektor dan tim saya segera merumuskan pembentukan PT, mulai dari pembibitan sampai pabrik. Kita ingin terus mendukung swasembada beras yang digaungkan Bapak Presiden. Jangan sampai tahun ini swasembada, tahun depan impor lagi,” tegasnya.
Prof Nurdin juga menekankan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor.
Produk yang dikembangkan juga diharapkan mampu mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan untuk program makan bergizi.
“Kita harus menjadi tuan di negeri sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, menyambut baik kerja sama tersebut.
Ia menilai kolaborasi dengan PT Industri Padi Nusantara merupakan kesempatan sekaligus tantangan bagi perguruan tinggi untuk membuktikan kontribusinya dalam menjawab persoalan bangsa, terutama pada sektor ketahanan pangan.
“Alhamdulillah hari ini bersama PT Industri Padi Nusantara dan founder Prof Dr Nurdin Halid, kami mendapatkan kesempatan sekaligus tantangan. Ini tidak mudah, tetapi universitas memang harus bisa ditantang,” ujar Rektor Unhas yang akrab disapa Prof JJ tersebut.
Ia menyampaikan bahwa Unhas akan mengoptimalkan berbagai sumber daya yang dimiliki, termasuk Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, dan unit akademik lainnya, untuk mendukung proyek strategis tersebut.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan teknologi, riset, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Insyaallah Fakultas Pertanian, Teknik, dan lainnya akan mengoptimalkan berbagai macam resource yang kita miliki untuk memastikan proyek ini dapat mendukung ketahanan pangan bangsa dalam waktu yang tidak terlalu lama,” jelasnya.
Prof JJ menambahkan, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penyediaan benih unggul yang lebih modern dan dapat dikembangkan dalam skala besar.
Ke depan, Unhas bersama PT Industri Padi Nusantara juga akan mengombinasikan sumber benih dari berbagai negara dengan teknologi yang dikembangkan sendiri.
“Produk pertama yang disiapkan adalah benih unggul yang lebih modern dengan skala yang lebih besar. Teknologi pertanian harus kita ganti dengan teknologi modern, bukan lagi tradisional,” ujarnya.
Ia menegaskan, perbedaan utama kerja sama ini dengan pola pertanian konvensional terletak pada mekanisme yang lebih komprehensif.
Sistem yang dibangun tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari penyiapan benih, pengelolaan kualitas, hingga beras siap konsumsi.
“Nanti yang membedakan dengan cara tradisional adalah mekanismenya komprehensif, mulai dari penyiapan benih, pengendalian kualitas, sampai beras jadi. Semuanya menjadi satu paket,” pungkasnya.

