SulawesiPos.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan tetap berpotensi mencapai level 10.000 pada tahun ini.
Pernyataan tersebut disampaikan meskipun IHSG tengah mengalami tekanan dan sempat mencatat penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Bisa lah (10.000) ini kan masih gonjang-ganjing. Kalau ekonomi fundamentalnya bagus, (IHSG) nanti naik cepat,” ujar Purbaya di hadapan awak media, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Purbaya, volatilitas yang terjadi di pasar saham saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen negatif dari perekonomian global.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan mencerminkan lemahnya ekonomi domestik, melainkan dampak dari dinamika eksternal yang memengaruhi pasar keuangan global.
Pemerintah, lanjutnya, tidak secara langsung berfokus menjaga pergerakan IHSG, melainkan memastikan kondisi ekonomi nasional tetap kuat.
“Kalau ekonominya bagus, nanti (IHSG) naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu (fluktuasi ekonomi), bukan jaga IHSG,” jelasnya.
Ia menambahkan, pergerakan pasar saham pada akhirnya akan menyesuaikan dengan kekuatan fundamental ekonomi suatu negara.
IHSG Ditutup Melemah Tajam
Pada perdagangan Jumat (24/4/2026), IHSG ditutup di zona merah dan menjadi yang terburuk di kawasan Asia.
Indeks ditutup di level 7.129,49 atau turun 3,38% (249,11 poin) dibandingkan hari sebelumnya. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.383,4 dan terendah 7.115,97.
Volume transaksi tercatat mencapai 47,12 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp24,33 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 2,68 juta kali.

