Nelayan di Makassar Tewas Terseret Ombak saat Memasang Jaring

Jenazah korban dievakuasi ke daratan dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya,” imbuh Fadli.

Arus Laut Tiba-tiba Menguat saat Memasang Jaring

Awalnya, Yanto bersama pamannya sedang memasang jaring di perairan Pantai Bosowa.

Saat kegiatan berlangsung, keduanya diduga tidak menyadari kuatnya arus dan ombak, sehingga secara tiba-tiba terseret ke tengah laut.

“Paman korban berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke tepi pantai. Namun naas, ponakannya terseret ombak lebih jauh dan menghilang dari pandangan,” ungkap Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar.

BACA JUGA: 
Cuaca Ekstrem Kembali Ancam Makassar 3 Hari ke Depan, BPBD Imbau Langkah Antisipasi

Paman korban segera meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian ke Damkarmat Kota Makassar.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan ke pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

BPBD Imbau Nelayan Waspada dengan Cuaca Ekstrem

Sebab kondisi ini, BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di perairan pantai, khususnya bagi nelayan.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan selalu mengutamakan keselamatan saat melaut,” kata Fadli.

Jenazah korban dievakuasi ke daratan dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya,” imbuh Fadli.

Arus Laut Tiba-tiba Menguat saat Memasang Jaring

Awalnya, Yanto bersama pamannya sedang memasang jaring di perairan Pantai Bosowa.

Saat kegiatan berlangsung, keduanya diduga tidak menyadari kuatnya arus dan ombak, sehingga secara tiba-tiba terseret ke tengah laut.

“Paman korban berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke tepi pantai. Namun naas, ponakannya terseret ombak lebih jauh dan menghilang dari pandangan,” ungkap Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar.

BACA JUGA: 
Cuaca Ekstrem Kembali Ancam Makassar 3 Hari ke Depan, BPBD Imbau Langkah Antisipasi

Paman korban segera meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian ke Damkarmat Kota Makassar.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan ke pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

BPBD Imbau Nelayan Waspada dengan Cuaca Ekstrem

Sebab kondisi ini, BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di perairan pantai, khususnya bagi nelayan.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan selalu mengutamakan keselamatan saat melaut,” kata Fadli.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru