SulawesiPos.com – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pemuda terluka di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, tepatnya di sekitar Jembatan Barombong, Kecamatan Tamalate.
Peristiwa ini diduga kuat berkaitan dengan aksi begal yang terjadi pada malam hari.
Dalam rekaman tersebut, pemuda yang diduga menjadi korban terlihat terduduk lemas sambil menahan rasa sakit, dikelilingi warga yang berusaha memberikan pertolongan.
Karena kondisi sudah larut malam, warga kemudian membantu korban untuk bangkit dan mengantarkannya pulang ke rumah.
Seorang perempuan yang merekam kejadian itu menyebut korban diduga diserang menggunakan benda keras di bagian punggung.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku berjumlah lebih dari satu orang dan membawa senjata tajam.
“Delapan orang i tadi, tapi berpencar i. Dibegalki, ini kodong e, berupi Kulle mempo, nibakji kacikorokna. Tallua lari mae ri jembatanga, se’rea lari anraiki. Dianuangi badik. Eroki nialleang motor sama hapenya,” ucap perempuan yang merekam tersebut.
Menurut keterangan dalam video, korban sempat kesulitan bergerak karena mengalami pukulan di bagian tengkuk.
Para pelaku disebut membawa badik dan diduga berniat merampas sepeda motor serta telepon genggam milik korban.
Sementara itu, Kapolsek Tamalate Kompol Muhammad Thamrin membenarkan adanya informasi dugaan pembegalan tersebut.
Namun, pihak kepolisian masih mendalami waktu pasti kejadian karena korban belum membuat laporan resmi.
“Dengan adanya viral di Medsos di Instagram, saya sudah sampaikan ke Kanit Reskrim dengan Opsnal untuk segera melakukan tindak lanjut ke lokasi,” ujar Tamrin dikutip dari JawaPos Group, Selasa (27/1/2026).
Ia berharap korban segera melapor agar kepolisian dapat menelusuri identitas serta kelompok pelaku yang terlibat.
“Kami berharap korban bisa melapor untuk bisa ditindaklanjuti kira-kira ini dari kelompok mana yang melakukan,” sebutnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Polsek Tamalate memastikan pengamanan wilayah diperketat dengan menambah intensitas patroli malam.
“Jadi untuk antisipasi adanya begal, geng motor, dan kelompok lainnya, untuk Polsek Tamalate, setiap malam itu kami membentuk tiga unit patroli,” Tamrin menuturkan.
“Satu unit patroli di bawah kendalinya panit opsnal, satu unit patroli di bawah kendalinya mawas yang malam itu piket, dan satu lagi di bawah kendali panit Samapta,” tambahnya.
Khusus pada malam Minggu, kepolisian juga mengaktifkan patroli KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan) yang beroperasi hingga dini hari.
“Ini untuk mengantisipasi adanya begal, geng motor, termasuk kelompok yang melakukan penyerangan pada tempat tertentu,” terangnya.
Tamrin juga mengungkapkan, upaya patroli tersebut sebelumnya telah membuahkan hasil dengan menggagalkan dugaan aksi penyerangan di wilayah Tamalate.
“Alhamdulillah dengan unit patroli yang terbentuk bisa mengamankan, sehingga tidak terjadi penyerangan,” kuncinya.