SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar menata ulang akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang sekaligus menambah armada pengangkut sampah guna mengoptimalkan penanganan sampah di kota ini.
Penataan akses dilakukan melalui pembebasan 20 bidang lahan milik warga untuk memperluas jalur keluar masuk armada bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar.
Langkah tersebut diambil untuk mengatasi antrean panjang kendaraan pengangkut sampah yang selama ini kerap terjadi di kawasan TPA Antang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar Helmy Budiman menyebut total luas lahan yang dibebaskan mencapai sekitar 2,8 hektare dengan nilai keseluruhan Rp12 miliar.
“Luas lahan yang dibebaskan itu sekitar 2,8 hektare dari 20 bidang lahan milik warga yang kalau ditotalkan semua itu nilainya Rp12 miliar,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian besar lahan yang dibebaskan berada di kawasan TPA Bintang Lima dan merupakan tanah masyarakat yang sebelumnya telah dimanfaatkan pemerintah kota untuk operasional TPA Tamangapa.
“Sesungguhnya lahan yang dibebaskan tahun ini adalah lahan masyarakat yang memang sudah lebih dulu dimanfaatkan oleh pemerintah kota sebagai bagian dari TPA,” tuturnya.
Helmy menegaskan proses pembebasan lahan dilakukan secara transparan, sesuai ketentuan, serta telah mendapat persetujuan dari pemilik lahan.
“Upaya yang kami lakukan lebih kepada pembukaan dan pelancaran akses jalan keluar masuk armada bongkar muat sampah di TPA Antang,” ujar Helmy, Selasa (30/12/2025).
Selain pembenahan akses, Pemkot Makassar juga memperkuat armada kebersihan untuk meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah, khususnya di kawasan permukiman padat dan lorong sempit.
Penguatan armada ditandai dengan peninjauan langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Lapangan Karebosi, Selasa (30/12/2025).
Munafri mengatakan kendaraan roda tiga menjadi prioritas karena dinilai paling efektif menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan besar.
“Kendaraan roda tiga sampah ini, diharapkan mampu mengurangi volume sampah, sekaligus mempercepat pelayanan pengangkutan sampah secara langsung dari rumah warga,” kata Munafri.
Dalam peninjauan tersebut ditampilkan 50 unit motor roda tiga milik DLH Kota Makassar serta tambahan 15 unit bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Armada tersebut akan difungsikan untuk mengangkut sampah dari rumah warga menuju titik pengumpulan.
Munafri menyebut penguatan armada ini menjadi bagian dari strategi pemerintah kota dalam menjawab keluhan warga terkait keterlambatan pengangkutan sampah.
“Ini kendaraan sampah untuk menjangkau kebersihan di Kota Makassar yang di provide oleh teman-teman dari Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Ia berharap penambahan armada roda tiga dapat menjadi solusi konkret untuk mengurangi penumpukan sampah di lingkungan permukiman.
“Semoga ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi penumpukan atau timbunan sampah yang ada di tengah masyarakat. Karena sekarang ini masih banyak persoalan sampah yang lambat diangkut akibat kendaraannya bermasalah,” kata Munafri. (tar)