SulawesiPos.com – Dangke, kuliner khas dari Enrekang, terus mengalami perkembangan. Makanan yang selama ini dikenal sebagai lauk tradisional kini hadir dalam bentuk baru sebagai camilan: kerupuk dangke.
Dangke merupakan olahan susu yang diproses hingga mengental menggunakan bahan alami, kemudian dicetak dan dibungkus daun pisang.
Ciri khasnya terletak pada warna putih, tekstur yang lembut dan sedikit kenyal, serta rasa gurih yang sering disamakan dengan keju.
Umumnya, dangke masih sering diolah secara sederhana. Diiris tipis, lalu rendam dalam air panas yang diberi sedikit garam, kemudian panggang atau goreng hingga matang. Biasanya disajikan bersama nasi hangat dan sambal.
Inovasi Bentuk dan Rasa
Namun, seiring waktu, muncul inovasi yang mengubahnya menjadi kerupuk, sehingga lebih praktis untuk dinikmati kapan saja.
Dalam bentuk kerupuk, dangke diolah hingga renyah dan hadir dengan beberapa varian rasa, seperti:
• Original
• Balado
• Cokelat
Perubahan ini membuat dangke tidak hanya dikonsumsi saat makan, tetapi juga sebagai camilan ringan.
Harga dan Tempat Beli
Produk kerupuk dangke saat ini sudah dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional di Enrekang hingga toko oleh-oleh di Makassar.
Salah satu produsen yang menyediakan produk ini adalah Dangke Melona yang berlokasi di Jl Poros Sidrap–Enrekang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Produk ini juga tersedia secara online melalui Shopee (dangkemelonaenrekang).
Harga:
• Kerupuk dangke original: Rp19.000
• Kerupuk dangke balado: Rp20.000
• Kerupuk dangke cokelat: Rp20.000
Selain itu, produk ini juga dititipkan di beberapa toko oleh-oleh di Makassar, seperti:
• Serba Oleh-Oleh Somba Opu
• Indo Murah Oleh-Oleh
• Gelael Hasanuddin
Alternatif lain, kerupuk dangke juga tersedia di Lomilk Susu Murni yang beralamat di BTN Asal Mula Blok B12 No. BA, Tamalanrea Indah, Kota Makassar dengan harga:
• Original: Rp15.000
• Cokelat: Rp15.000
• Pedas: Rp15.000
Perubahan dangke dari lauk tradisional menjadi kerupuk menunjukkan bagaimana kuliner khas daerah dapat berkembang mengikuti kebutuhan dan selera masyarakat.
Dengan bentuk yang lebih praktis dan variasi rasa yang beragam, dangke kini tidak hanya dikenal sebagai makanan khas, tetapi juga sebagai camilan.(ainun khairunnisa)

