Berkat proses pengasinannya, ikan bisa bertahan lebih lama, sehingga cocok dijadikan makanan praktis yang bisa disimpan.
Biasanya, Pallu Ce’la dibuat dari ikan bandeng, cakalang, atau tuna.
Pemilihan ikan ini bukan tanpa alasan: dagingnya tebal, gurih, dan mudah ditemukan di perairan sekitar Makassar.
Tidak heran jika para nelayan lokal menjadikan ikan-ikan ini sebagai bahan utama hidangan tradisional ini.
Cita Rasa dan Keistimewaan
Yang membuat Pallu Ce’la istimewa adalah perpaduan rasa asin, gurih, dan segar.
Asin dari ikan yang direndam garam berpadu dengan gurihnya rempah seperti serai dan kunyit, serta kesegaran jeruk nipis atau asam jawa.
Kesederhanaan bahan justru menjadi keunggulan hidangan ini.
Meski hanya menggunakan bahan-bahan sederhana, rasanya kaya dan memuaskan.
Pallu Ce’la biasanya disantap bersama nasi putih hangat dan sambal, dan tak jarang digoreng kering lagi untuk menambah kerenyahan.

