Kue Katirisala, Sensasi Manis dan Gurih dalam Setiap Gigitan

Lapisan atas terbuat dari telur, santan, dan gula merah, menghadirkan manis. Semua adonan dikukus hingga matang, menghasilkan kue lembut namun padat yang memikat setiap gigitan.

Sejak dahulu, Katirisala dibuat untuk momen-momen istimewa seperti pesta pernikahan, pengajian, atau hari besar keagamaan.

Kini, kue ini mudah ditemui di pasar tradisional dan toko kue, khususnya selama bulan Ramadan, ketika kue-kue tradisional menjadi camilan populer untuk berbuka puasa.

Lebih dari sekadar makanan, Katirisala adalah simbol budaya Bugis-Makassar. Setiap gigitan menghadirkan rasa, aroma, dan tekstur yang unik, sekaligus menghubungkan pencinta kuliner dengan sejarah dan tradisi lokal.

Kombinasi manis-gurih dan filosofi lapisan gula membuat Katirisala tetap relevan dan disukai lintas generasi.

BACA JUGA: 
Bolu Peca Khas Bugis, Kue Tradisional Berendam Gula Aren yang Legit dan Lembut

Lapisan atas terbuat dari telur, santan, dan gula merah, menghadirkan manis. Semua adonan dikukus hingga matang, menghasilkan kue lembut namun padat yang memikat setiap gigitan.

Sejak dahulu, Katirisala dibuat untuk momen-momen istimewa seperti pesta pernikahan, pengajian, atau hari besar keagamaan.

Kini, kue ini mudah ditemui di pasar tradisional dan toko kue, khususnya selama bulan Ramadan, ketika kue-kue tradisional menjadi camilan populer untuk berbuka puasa.

Lebih dari sekadar makanan, Katirisala adalah simbol budaya Bugis-Makassar. Setiap gigitan menghadirkan rasa, aroma, dan tekstur yang unik, sekaligus menghubungkan pencinta kuliner dengan sejarah dan tradisi lokal.

Kombinasi manis-gurih dan filosofi lapisan gula membuat Katirisala tetap relevan dan disukai lintas generasi.

BACA JUGA: 
Resep Roti Berre Tradisional Khas Soppeng dengan Saus Palopo’ Manis-Gurih

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru