Overview
- Pisang Ijo dan Pallu Butung adalah kuliner khas Makassar berbahan dasar pisang.
- Perbedaan utama terletak pada lapisan pisang, jenis pisang, dan cara penyajian: Pallu Butung tanpa balutan, Pisang Ijo dibalut adonan hijau.
- Keduanya disajikan dengan saus santan dan sirup merah, menonjolkan cita rasa manis dan gurih.
SulawesiPos.com – Pisang ijo dan pallu butung merupakan dua kuliner khas Kota Makassar yang sama-sama berbahan dasar pisang dan dikenal luas sebagai hidangan penutup.
Meski kerap dianggap serupa karena disajikan dengan saus santan dan sirup merah, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas dari segi tampilan, bahan, hingga cara penyajian.
Perbedaan paling mudah dikenali terlihat dari bentuk dan lapisan pisangnya. Pallu butung disajikan dengan pisang yang dikukus tanpa balutan adonan.
Pisang langsung dipotong dan disiram kuah santan kental menyerupai bubur sumsum, sehingga tampilannya terlihat lebih sederhana.
Sementara itu, pisang ijo memiliki ciri khas berupa lapisan adonan berwarna hijau yang membungkus pisang.
Adonan tersebut dibuat dari tepung beras yang dicampur air daun suji atau pewarna makanan, sehingga memberikan warna hijau mencolok dan tampilan yang lebih menarik.
Jenis pisang yang digunakan juga berbeda. Pallu butung umumnya menggunakan pisang kepok yang bertekstur padat dan tidak mudah lembek saat dikukus.

