Sedangkan pisang ijo menggunakan pisang raja yang memiliki rasa lebih manis dan aroma yang lebih kuat.
Dari sisi penyajian, pisang ijo lebih sering disajikan dalam kondisi dingin dengan tambahan es batu atau es serut.
Sebaliknya, pallu butung lazim dinikmati dalam keadaan hangat, meskipun ada pula yang menyajikannya dengan es sesuai selera.
Meski memiliki perbedaan, kedua kuliner khas Makassar ini tetap disajikan dengan saus santan putih dan sirup merah sebagai pelengkap.
Perpaduan rasa manis dan gurih membuat pisang ijo maupun pallu butung tetap menjadi favorit masyarakat.
Sebagai bagian dari kekayaan kuliner Sulawesi Selatan, pisang ijo dan pallu butung tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga mencerminkan identitas budaya lokal yang terus bertahan hingga kini. (tar)

