24 C
Makassar
3 February 2026, 6:34 AM WITA

Jaksa Agung Minta Tambahan Anggaran 7,49 Triliun untuk Operasional 2026

Di hadapan anggota dewan, Jaksa Agung mengungkapkan performa gemilang korps Adhyaksa sepanjang tahun 2025, yang ditandai dengan realisasi anggaran efektif dan lonjakan tajam pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Didampingi seluruh jajaran Jaksa Agung Muda dan Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia, ST Burhanuddin melaporkan bahwa realisasi anggaran tahun 2025 mencapai 98,94 persen atau setara Rp26,40 triliun.

Angka paling impresif terlihat pada capaian PNBP yang menembus Rp19,85 triliun, atau melesat 734,29 persen dari target awal.

Kinerja intelijen kejaksaan menjadi salah satu tulang punggung dalam capaian tersebut. Bidang Intelijen tercatat berhasil mengamankan 1.307 kegiatan pembangunan strategis dengan nilai mencapai Rp586,78 triliun.

Tidak hanya proyek fisik, Kejaksaan juga terlibat aktif dalam pengawalan program sosial nasional.

“Bidang Intelijen turut mengawal berbagai program prioritas pemerintah, termasuk pengamanan pelaksanaan program makan bergizi gratis di 227 lokasi di seluruh Indonesia,” ungkap Jaksa Agung.

Sementara itu, di sisi penegakan hukum pidana umum, Kejaksaan konsisten mengedepankan sisi humanis. Dari 185.000 perkara yang ditangani, sebanyak 2.113 perkara berhasil diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice), menekankan pada pemulihan keadilan substantif bagi masyarakat.

Baca Juga: 
Ahli HTN UMI: Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Tak Cukup Dimaknai Kebebasan Hakim

Menutup paparannya, Jaksa Agung menegaskan komitmennya terhadap bersih-bersih internal.

Sepanjang 2025, hukuman disiplin telah dijatuhkan kepada 165 pegawai yang melanggar integritas.

Ke depan, Kejaksaan akan memperkuat sistem karier melalui pembentukan Assessment Centre sesuai Peraturan Kejaksaan Nomor 2 Tahun 2025.

Di hadapan anggota dewan, Jaksa Agung mengungkapkan performa gemilang korps Adhyaksa sepanjang tahun 2025, yang ditandai dengan realisasi anggaran efektif dan lonjakan tajam pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Didampingi seluruh jajaran Jaksa Agung Muda dan Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia, ST Burhanuddin melaporkan bahwa realisasi anggaran tahun 2025 mencapai 98,94 persen atau setara Rp26,40 triliun.

Angka paling impresif terlihat pada capaian PNBP yang menembus Rp19,85 triliun, atau melesat 734,29 persen dari target awal.

Kinerja intelijen kejaksaan menjadi salah satu tulang punggung dalam capaian tersebut. Bidang Intelijen tercatat berhasil mengamankan 1.307 kegiatan pembangunan strategis dengan nilai mencapai Rp586,78 triliun.

Tidak hanya proyek fisik, Kejaksaan juga terlibat aktif dalam pengawalan program sosial nasional.

“Bidang Intelijen turut mengawal berbagai program prioritas pemerintah, termasuk pengamanan pelaksanaan program makan bergizi gratis di 227 lokasi di seluruh Indonesia,” ungkap Jaksa Agung.

Sementara itu, di sisi penegakan hukum pidana umum, Kejaksaan konsisten mengedepankan sisi humanis. Dari 185.000 perkara yang ditangani, sebanyak 2.113 perkara berhasil diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice), menekankan pada pemulihan keadilan substantif bagi masyarakat.

Baca Juga: 
Profil Adies Kadir, Wakil Ketua DPR yang Jadi Calon Hakim Konstitusi Usulan DPR RI

Menutup paparannya, Jaksa Agung menegaskan komitmennya terhadap bersih-bersih internal.

Sepanjang 2025, hukuman disiplin telah dijatuhkan kepada 165 pegawai yang melanggar integritas.

Ke depan, Kejaksaan akan memperkuat sistem karier melalui pembentukan Assessment Centre sesuai Peraturan Kejaksaan Nomor 2 Tahun 2025.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/