SulawesiPos.com – Rekomendasi saham hari ini, Kamis (13/8/2026), bergerak di tengah IHSG yang menutup perdagangan sebelumnya menguat 1,69 persen ke level 6.373,84, setelah pelaku pasar memborong saham-saham unggulan menjelang pengumuman hasil review MSCI dan di tengah meredanya kekhawatiran atas arah suku bunga Amerika Serikat.
Penguatan itu juga ditopang lonjakan volume beli dan membuat indeks kembali bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari.
Aktivitas perdagangan kemarin terbilang padat dengan volume 34,4 miliar saham, nilai transaksi Rp17,4 triliun, dan frekuensi 2.097.861 kali. Breadth pasar juga solid karena 452 saham menguat, 175 melemah, dan 168 stagnan.
Dari sisi sektoral, infrastruktur menjadi penggerak utama setelah melesat 4,74 persen. Kenaikan juga terjadi pada energi 3,35 persen, basic materials 2,34 persen, teknologi 2,21 persen, consumer cyclical 1,54 persen, industri 1,01 persen, keuangan 0,59 persen, consumer nonsiklikal 0,52 persen, properti 0,29 persen, dan kesehatan 0,07 persen. Hanya sektor transportasi dan logistik yang masih terkoreksi 0,16 persen.
Sentimen penguatan itu datang dari kombinasi bargain hunting usai koreksi tajam sehari sebelumnya, antisipasi hasil rebalancing MSCI, serta data inflasi Juli Amerika Serikat yang melandai ke 3,4 persen dan memperkuat ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih dovish.
Dari domestik, pasar juga mencermati kepastian arah kebijakan moneter setelah Destry Damayanti diajukan sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia.
Namun untuk sesi hari ini, pasar tetap harus berhitung karena hasil review MSCI Agustus 2026 mengeluarkan GOTO dan CPIN dari MSCI Indonesia Index, efektif setelah penutupan 31 Agustus 2026.
Secara teknikal, MNC Sekuritas menyiapkan dua skenario untuk IHSG. Pada skenario terbaik, indeks diperkirakan masih melanjutkan penguatan ke area 6.440 sampai 6.544.
Sebaliknya, pada skenario terburuk, IHSG dinilai rawan terkoreksi ke rentang 5.890 sampai 6.192 untuk membentuk fase koreksi lanjutan, dengan area support 6.201 dan 6.029 serta resistance 6.454 dan 6.599.
Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas melihat ruang gerak indeks masih cenderung menguat terbatas dengan kisaran support-resistance 6.325 sampai 6.600.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di luar pilihan teknikal utama, Pilarmas Investindo Sekuritas memasukkan JPFA, GZCO, dan HRUM sebagai saham yang layak dicermati.
Phintraco Sekuritas dalam riset pekanannya juga masih menempatkan TLKM, EXCL, ANTM, BBRI, dan TPIA dalam radar top picks. Dari platform Ajaib, MEDC, ESSA, dan MYOR ikut masuk daftar saham pilihan harian.
BRPT
Barito Pacific ditutup menguat 7,14 persen ke level 1.950 dan masih bertahan di atas MA20, menandakan momentum beli belum padam setelah saham ini ikut menjadi motor penguatan indeks bersama saham-saham Grup Barito. Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai BRPT sedang berada di awal fase kenaikan lanjutan.
Area buy on weakness berada di kisaran 1.850 sampai 1.920. Target terdekat dipasang pada 2.020 dan 2.190, dengan stop loss di bawah 1.845.
EXCL
EXCL naik 6,22 persen ke 2.560 dengan volume pembelian yang tinggi, meski penguatannya belum sepenuhnya menembus MA60. Secara teknikal, saham ini dinilai masih berada dalam struktur penguatan wave lanjutan, sehingga tetap menarik untuk dipantau jika terjadi pullback sehat.
Area buy on weakness dipatok pada 2.500 sampai 2.550. Target naik berada di 2.680 dan 2.800, sedangkan stop loss ditempatkan di bawah 2.470.
TINS
Timah menguat 1,86 persen ke 3.840 dan masih disertai masuknya volume beli, menunjukkan minat pasar belum benar-benar lepas dari saham berbasis komoditas. Dalam pembacaan teknikal MNC Sekuritas, TINS sedang bergerak pada fase awal penguatan wave A dari wave korektif yang lebih besar.
Area buy on weakness berada di 3.650 sampai 3.730. Target harga dipasang di 3.860 dan 3.920, dengan batas stop loss di bawah 3.590.
UNVR
Unilever Indonesia ditutup naik tipis 0,86 persen ke 1.760, tetapi masih mampu bergerak di atas MA20 dengan dukungan volume pembelian. Karakter pergerakan ini membuat UNVR menarik bagi investor yang mencari saham defensif saat pasar dibayangi risiko profit taking pasca penguatan indeks.
Area buy on weakness berada di 1.625 sampai 1.715. Target jangka pendek dipatok pada 1.810 dan 1.915, sementara stop loss disiapkan di bawah 1.600.
Daftar ini lebih tepat dibaca sebagai panduan pantauan aktif di tengah pasar yang masih sensitif terhadap arus asing, hasil review MSCI, dan peluang profit taking setelah lonjakan indeks kemarin.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

