“Pasar bullion akan dapat terus berkembang, pasar modal akan juga semakin dalam, pada akhirnya masyarakat akan bisa memperoleh alternatif investasi yang semakin beragam, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya,” katanya.
Pesan ketiga, menurut Juda, adalah setiap inovasi harus disertai integritas yang kuat agar mampu membangun dan menjaga kepercayaan investor.
Ia menekankan ETF emas memiliki underlying berupa emas fisik yang menuntut tata kelola, penyimpanan, valuasi, dan sistem pasar yang kredibel.
“Karena itu pengembangan ETF emas harus disertai dengan penguatan tata kelola, akuntabilitas dan transparansi, perlindungan investor, dan pengawasan yang kuat,” katanya.
Pemerintah, kata Juda, akan terus bersinergi dengan OJK, BEI, pelaku pasar, dan para pemangku kepentingan lain untuk menjaga kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.

