Jusuf Kalla: Ketahanan Ekonomi Bergantung pada Sinergi Pemerintah, Pengusaha, dan Masyarakat

“Pengaruh ekonomi dunia tidak bisa kita hindari. Harga minyak naik, ongkos naik, ekspor bisa turun,” ungkap JK.

Selain faktor global, ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengelola utang dan defisit anggaran. Menurut dia, kebijakan fiskal yang tidak terjaga bisa menambah tekanan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

JK juga menyoroti ancaman perubahan iklim, termasuk El Nino, yang berpotensi menekan hasil pertanian dan mengubah pola konsumsi masyarakat.

Kondisi itu dinilai bisa berimbas pada daya beli sekaligus stabilitas ekonomi rumah tangga.

“Perubahan iklim akan menyebabkan hasil pertanian menurun. Akibatnya konsumsi masyarakat juga akan berubah,” ujarnya.

Daerah Diminta Perkuat Ekspor dan Daya Beli

JK meminta pemerintah daerah aktif mendorong produktivitas sektor-sektor yang memiliki potensi ekspor. Ia menilai karakter ekonomi setiap daerah berbeda, sehingga kebijakan yang diambil juga harus menyesuaikan keunggulan masing-masing wilayah.

Menurut dia, banyak daerah di luar Pulau Jawa masih punya peluang tumbuh lewat komoditas ekspor seperti kopi, kakao, dan hasil laut.

BACA JUGA:  Hadir di SDP ke-18, Bahlil: HIPMI Itu Cinta Pertama Saya

Karena itu, insentif dan kemudahan bagi komunitas ekspor perlu diperkuat agar pendapatan masyarakat ikut terdorong.

“Berikan insentif dan kemudahan kepada komunitas yang melakukan ekspor, sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan lebih besar,” kata JK.

Ia juga mengingatkan agar belanja negara dijaga tetap efektif. Pengurangan anggaran yang terlalu besar, menurut dia, bisa memukul aktivitas ekonomi secara berantai, mulai dari pembayaran pegawai hingga berkurangnya pekerjaan di sektor kontraktor.

Dalam forum tersebut, JK turut menyinggung pentingnya hubungan harmonis antara pengusaha dan buruh.

“Pengaruh ekonomi dunia tidak bisa kita hindari. Harga minyak naik, ongkos naik, ekspor bisa turun,” ungkap JK.

Selain faktor global, ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengelola utang dan defisit anggaran. Menurut dia, kebijakan fiskal yang tidak terjaga bisa menambah tekanan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

JK juga menyoroti ancaman perubahan iklim, termasuk El Nino, yang berpotensi menekan hasil pertanian dan mengubah pola konsumsi masyarakat.

Kondisi itu dinilai bisa berimbas pada daya beli sekaligus stabilitas ekonomi rumah tangga.

“Perubahan iklim akan menyebabkan hasil pertanian menurun. Akibatnya konsumsi masyarakat juga akan berubah,” ujarnya.

Daerah Diminta Perkuat Ekspor dan Daya Beli

JK meminta pemerintah daerah aktif mendorong produktivitas sektor-sektor yang memiliki potensi ekspor. Ia menilai karakter ekonomi setiap daerah berbeda, sehingga kebijakan yang diambil juga harus menyesuaikan keunggulan masing-masing wilayah.

Menurut dia, banyak daerah di luar Pulau Jawa masih punya peluang tumbuh lewat komoditas ekspor seperti kopi, kakao, dan hasil laut.

BACA JUGA:  Kronologi Bayi Down Syndrome Dibuang dalam Kardus di Makassar, Ibu Ditangkap Saat Hendak ke Bone

Karena itu, insentif dan kemudahan bagi komunitas ekspor perlu diperkuat agar pendapatan masyarakat ikut terdorong.

“Berikan insentif dan kemudahan kepada komunitas yang melakukan ekspor, sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan lebih besar,” kata JK.

Ia juga mengingatkan agar belanja negara dijaga tetap efektif. Pengurangan anggaran yang terlalu besar, menurut dia, bisa memukul aktivitas ekonomi secara berantai, mulai dari pembayaran pegawai hingga berkurangnya pekerjaan di sektor kontraktor.

Dalam forum tersebut, JK turut menyinggung pentingnya hubungan harmonis antara pengusaha dan buruh.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru