Agenda pembukaan pameran dan forum investasi pada Senin siang di Ballroom Sandeq A-B Claro Makassar dibuka oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Kehadiran tokoh pengusaha asal Sulawesi Selatan itu dinilai relevan untuk membahas ketahanan ekonomi dan posisi Indonesia di tengah fragmentasi global.
Pembukaan puncak Rakerkonas APINDO dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Sejumlah pejabat tinggi negara disebut akan hadir, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, jajaran menteri terkait, hingga Wakil Ketua DPR RI.
Dalam kesempatan yang sama, Shinta juga menanggapi perkembangan kerja sama bilateral Indonesia dan Thailand yang membahas isu investasi.
Ia menyebut Thailand sebagai mitra strategis di kawasan ASEAN yang bisa menjadi ruang sinergi, terutama pada sektor industri pangan dan pariwisata.
Menurut dia, pemerintah bergerak melalui jalur G-to-G atau Government to Government, sedangkan APINDO mengambil ruang B-to-B atau Business to Business untuk mempertemukan pengusaha dengan peluang kerja sama yang konkret.
“Pemerintah bergerak di ranah kerja sama G-to-G (Pemerintah ke Pemerintah), nah APINDO mengambil peran di B-to-B (Pengusaha ke Pengusaha). Indonesia selalu terbuka dengan kebijakan politik bebas aktifnya untuk mencari peluang kerja sama yang menguntungkan,” jelasnya.
Di tengah ketidakpastian global dan tantangan domestik, APINDO menyebut dunia usaha tetap perlu menjaga optimisme dan konsolidasi.
Organisasi itu menegaskan perannya bukan hanya sebagai forum berhimpun, tetapi juga wadah untuk memfasilitasi dan melindungi anggota di tengah perubahan ekonomi global.
“Pengusaha Indonesia tidak boleh menyerah. Di tengah banyak tantangan, kita harus bersatu mencari solusi bersama dan terus mendukung program pemerintah. Di sinilah kehadiran APINDO dibutuhkan untuk memfasilitasi serta melindungi anggota-anggotanya,” tutup Shinta.
Selain agenda di Claro Makassar, rangkaian pra-Rakerkonas pada Senin pagi juga diawali kuliah umum bersama mahasiswa Universitas Hasanuddin di ruang senat gedung rektorat kampus tersebut sebelum berlanjut ke pembukaan Business Investment Expo dan Business Investment Forum pada siang hingga sore hari.

