SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahannya dengan penurunan tipis sebesar 0,03% ke level 7.621.
Pergerakan ini masih disertai tekanan jual, menandakan pasar belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi.
Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A pada label hitam atau bagian dari wave B pada label merah.
Kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguat ke rentang 7.786–7.843, sekaligus menguji area resistance terdekatnya.
Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Area koreksi terdekat diperkirakan berada pada kisaran 7.453–7.575.
Sementara itu, level support IHSG berada di 7.488 dan 7.351, dengan resistance di 7.700 dan 7.861.
Rekomendasi Saham
Di tengah pergerakan IHSG, sejumlah saham menunjukkan potensi menarik.
- BBKP
Saham PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) menguat 1,54% ke level 66 dengan dukungan volume pembelian. Secara teknikal, BBKP diperkirakan berada di akhir wave [iii] dari wave A, sehingga penguatannya cenderung terbatas dan berpotensi terkoreksi terlebih dahulu membentuk wave [iv]. Rekomendasi buy on weakness berada di rentang 63–65 dengan target harga 69 hingga 71.
- BRMS
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bergerak stabil di level 855 dengan munculnya volume pembelian. Posisi BRMS diperkirakan berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C dari wave (B), dengan area buy on weakness di 815–835 dan target harga 940 hingga 1.025.
- CPIN
Selanjutnya, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menguat 1,59% ke level 4.470 dan masih didominasi oleh peningkatan volume pembelian. CPIN diperkirakan berada pada awal wave [v] dari wave 1, dengan rekomendasi buy on weakness di 4.400–4.440 dan target harga 4.520 hingga 4.690.
- PSAB
Sementara itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatat penguatan signifikan sebesar 7,62% ke level 565, didukung oleh volume pembelian yang meningkat. Posisi PSAB saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C, dengan area buy on weakness di 545–565 dan target harga 600 hingga 635.
Secara keseluruhan, meski IHSG masih mengalami tekanan, peluang penguatan menuju area resistance tetap terbuka.
Investor disarankan tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek serta memperhatikan level teknikal penting dalam menentukan strategi transaksi.

