24 C
Makassar
3 February 2026, 6:51 AM WITA

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp16.950, Sentimen Greenland dan BI Jadi Sorotan

Overview

  • Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko melemah di kisaran Rp16.930–Rp16.950 per dolar AS pada perdagangan Jumat
  • Sentimen global dipengaruhi isu Greenland, pelemahan indeks dolar AS, serta penantian data PDB dan inflasi PCE Amerika Serikat
  • Dari dalam negeri, keputusan BI menahan suku bunga acuan dinilai menopang stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global

SulawesiPos.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko ditutup melemah pada kisaran Rp16.930 hingga Rp16.950 pada perdagangan Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Kamis (22/1/2026) ditutup menguat 0,26 persen atau 44 basis poin ke level Rp16.936 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat melemah 0,08 persen ke level 98,56.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terjadi di tengah sentimen risk on global yang dipicu harapan pembicaraan lanjutan terkait isu Greenland.

Namun demikian, Lukman menilai ruang penguatan rupiah relatif terbatas karena masih dibayangi sentimen negatif dari dalam negeri, terutama isu independensi Bank Indonesia serta kekhawatiran terhadap defisit fiskal.

Baca Juga: 
Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN

“Penguatan lanjutan mungkin akan sulit mengingat sentimen domestik masih cukup menekan,” ujarnya.

Overview

  • Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko melemah di kisaran Rp16.930–Rp16.950 per dolar AS pada perdagangan Jumat
  • Sentimen global dipengaruhi isu Greenland, pelemahan indeks dolar AS, serta penantian data PDB dan inflasi PCE Amerika Serikat
  • Dari dalam negeri, keputusan BI menahan suku bunga acuan dinilai menopang stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global

SulawesiPos.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko ditutup melemah pada kisaran Rp16.930 hingga Rp16.950 pada perdagangan Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Kamis (22/1/2026) ditutup menguat 0,26 persen atau 44 basis poin ke level Rp16.936 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat melemah 0,08 persen ke level 98,56.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terjadi di tengah sentimen risk on global yang dipicu harapan pembicaraan lanjutan terkait isu Greenland.

Namun demikian, Lukman menilai ruang penguatan rupiah relatif terbatas karena masih dibayangi sentimen negatif dari dalam negeri, terutama isu independensi Bank Indonesia serta kekhawatiran terhadap defisit fiskal.

Baca Juga: 
Harga Emas Melejit Sepekan, Naik Rp184 Ribu per Gram dan Cetak Rekor Baru

“Penguatan lanjutan mungkin akan sulit mengingat sentimen domestik masih cukup menekan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/