Categories: Ekonomi

IHSG Kembali Pecahkan Rekor ATH di Level 8.933

SulawesiPos.com – Pasar modal Indonesia kembali menguat hingga mencapai All Time High (ATH) pada perdagangan Selasa (6/1/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 74,42 poin atau melonjak 0,84% ke level 8.933,61.

Reli spektakuler ini membawa kapitalisasi pasar bursa domestik meroket hingga menyentuh angka Rp 16.337 triliun, sebuah pencapaian yang kian mendekati valuasi fantastis sebesar US$ 1 triliun.

Laju IHSG menuju level tertinggi ini didorong oleh aksi beli masif dengan nilai transaksi mencapai Rp 34,14 triliun.

Sektor barang baku menjadi motor utama penggerak indeks, didukung oleh performa saham-saham kelas berat (big caps) seperti AMMN, BBCA, BBRI, MDKA, dan PTRO.

Di pasar reguler, saham komoditas masih menjadi primadona. Saham BUMI mencatatkan transaksi jumbo sebesar Rp 4,02 triliun, disusul oleh DEWA (Rp 2 triliun) dan AMMN (Rp 1,29 triliun).

Tak hanya di pasar reguler, pasar negosiasi juga terpantau ramai dengan transaksi signifikan pada saham DEWA dan BBRI.

Pencapaian rekor ATH ini terjadi di tengah situasi global yang sedang bergejolak. Investor dalam negeri nampaknya cenderung mengabaikan turbulensi geopolitik di Amerika Latin pasca-operasi militer AS yang menyasar Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Direktur Henan Asset, Markam Halim, menilai bahwa fundamental dalam negeri menjadi daya tarik utama bagi para pemodal.

“Tren pergerakan positif indeks tidak lepas dari dorongan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi RI seiring dengan dukungan fiskal yang semakin difokuskan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Markam.

Optimisme pasar terhadap keberlanjutan rekor IHSG ini juga dipicu oleh beberapa katalis domestik yang akan segera hadir, antara lain momentum konsumsi dan stabilitas fiskal.

Untuk momentum konsumsi perayaan imlek yang segera disusul dengan Ramadan dan Idul Fitri diprediksi menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi riil.

Sedangkan dalam arah kebijakan fiskal pemerintah, fokus pada pertumbuhan jangka panjang memberikan sentimen positif bagi arus dana asing (capital inflow).

Meski berada di puncak tertinggi, investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap volatilitas pasar global, terutama terkait arah suku bunga dan dampak lanjutan dari konflik di Venezuela yang dapat mempengaruhi harga komoditas energi dunia. (amh)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: Bursa efek ekonomi IHSG Saham