IHSG Menguat Jelang Tutup Tahun, Melonjak 1,32%

Dari aspek likuiditas, saham BUMI tampil dominan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,77 triliun.

Angka tersebut melampaui nilai transaksi saham-saham blue chip seperti ANTM (Rp712 miliar) dan BBCA (Rp572 miliar).

Tingginya perputaran modal pada BUMI serta INET mencerminkan dinamika sektor energi dan teknologi yang tetap menjadi primadona pasar.

Meski indeks sektoral menguat, investor global cenderung bersikap defensif.

Hal ini terlihat dari catatan jual bersih (net foreign sell) yang mencapai 835 juta lembar saham.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen saham individual dibandingkan penguatan sektor secara kolektif.

 

BACA JUGA: 
Siap-Siap, Ini Prediksi Pergerakan Pasar dan Rekomendasi Saham untuk Senin 19 Januari 2026 Besok

Dari aspek likuiditas, saham BUMI tampil dominan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,77 triliun.

Angka tersebut melampaui nilai transaksi saham-saham blue chip seperti ANTM (Rp712 miliar) dan BBCA (Rp572 miliar).

Tingginya perputaran modal pada BUMI serta INET mencerminkan dinamika sektor energi dan teknologi yang tetap menjadi primadona pasar.

Meski indeks sektoral menguat, investor global cenderung bersikap defensif.

Hal ini terlihat dari catatan jual bersih (net foreign sell) yang mencapai 835 juta lembar saham.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen saham individual dibandingkan penguatan sektor secara kolektif.

 

BACA JUGA: 
Airlangga Tegaskan Negara Tak Toleransi Manipulasi Saham Usai Gejolak OJK-BEI

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru