IHSG Menguat Jelang Tutup Tahun, Melonjak 1,32%

Dari aspek likuiditas, saham BUMI tampil dominan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,77 triliun.

Angka tersebut melampaui nilai transaksi saham-saham blue chip seperti ANTM (Rp712 miliar) dan BBCA (Rp572 miliar).

Tingginya perputaran modal pada BUMI serta INET mencerminkan dinamika sektor energi dan teknologi yang tetap menjadi primadona pasar.

Meski indeks sektoral menguat, investor global cenderung bersikap defensif.

Hal ini terlihat dari catatan jual bersih (net foreign sell) yang mencapai 835 juta lembar saham.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen saham individual dibandingkan penguatan sektor secara kolektif.

 

BACA JUGA:  Rekomendasi Saham Hari Ini 19 Agustus 2026, Cermati BRMS hingga PANI

Dari aspek likuiditas, saham BUMI tampil dominan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,77 triliun.

Angka tersebut melampaui nilai transaksi saham-saham blue chip seperti ANTM (Rp712 miliar) dan BBCA (Rp572 miliar).

Tingginya perputaran modal pada BUMI serta INET mencerminkan dinamika sektor energi dan teknologi yang tetap menjadi primadona pasar.

Meski indeks sektoral menguat, investor global cenderung bersikap defensif.

Hal ini terlihat dari catatan jual bersih (net foreign sell) yang mencapai 835 juta lembar saham.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen saham individual dibandingkan penguatan sektor secara kolektif.

 

BACA JUGA:  Dekan FEB Unhas Prof Mursalim: Pasar Butuh Kontinuitas Fiskal Cepat dari Menkeu Suahasil

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru