Overview
- Program gentengisasi yang digagas Presiden mulai ditindaklanjuti sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan kualitas hunian masyarakat.
- Pemerintah menilai penggunaan genteng dapat mengurangi panas rumah sekaligus memperbaiki estetika lingkungan permukiman.
- Penerapan kebijakan penggantian atap seng ke genteng dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi warga.
SulawesiPos.com – Program penggantian atap seng menjadi genteng mulai mendapat respons dari sejumlah pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas pemerintah pusat dan disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin (2/2/2026).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kota Parepare menyatakan kesiapan untuk menjalankan program gentengisasi.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan pihaknya akan mengikuti kebijakan nasional sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah pusat.
Saat ini, rapat dengan pihak terkait dalam menyukseskan program gentengisasi ini sedang disiapkan.
“Apa yang menjadi perintah presiden, tentu kami siap laksanakan sesuai dengan arahan,” tuturnya dikutip dari JawaPos Group.
Sikap serupa juga ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Enrekang. Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang La Tinro, menyebut program tersebut dinilai membawa dampak positif bagi kenyamanan masyarakat.
Menurutnya, penggunaan genteng dapat menciptakan bangunan yang lebih sejuk dibandingkan atap seng, terutama di wilayah dengan suhu tinggi.
Pemkab Enrekang bahkan merencanakan penerapan gentengisasi tidak hanya pada rumah warga, tetapi juga fasilitas pendidikan.
Revitalisasi atap sekolah menjadi salah satu prioritas agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman bagi siswa dan guru.

