Overview
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah dipicu sentimen pasar sementara, sementara fundamental ekonomi nasional dinilai masih kuat.
- Penguatan IHSG hingga rekor tertinggi disebut mencerminkan masuknya dana asing yang berpotensi menopang nilai tukar rupiah.
- Pemerintah menyiapkan langkah menjaga likuiditas, mempercepat belanja negara, dan memperbaiki iklim investasi demi target pertumbuhan 6 persen.
SulawesiPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat.
Ia menilai pergerakan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi faktor fundamental ekonomi dan sentimen pasar yang bersifat sementara.
Menurut Purbaya, nilai tukar rupiah pada dasarnya akan mengikuti kondisi fundamental perekonomian nasional.
Ia menegaskan indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kinerja positif, salah satunya tercermin dari penguatan pasar saham.
“Ya, rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat IHSG kan, berapa sekarang? 9.133, all time high,” kata Purbaya usai rapat tertutup bersama Komisi XI DPR RI, Senin (19/1).
Purbaya menjelaskan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa menjadi sinyal masuknya arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

