Tinggal di Pesisir Pangkep? Ini Cara Merawat Mobil agar Tak Mudah Berkarat

SulawesiPos.com – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dikenal sebagai wilayah pesisir yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan, dengan enam kecamatan pesisir di daratan utama serta empat kecamatan kepulauan yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar. Kondisi ini membuat mobil yang sering digunakan atau diparkir di kawasan pesisir Pangkep berisiko lebih tinggi mengalami korosi atau karat dibanding kendaraan di daerah lain.

Tingkat kelembapan udara di wilayah ini tergolong tinggi sepanjang tahun dengan rata-rata sekitar 81 persen, bahkan dapat meningkat hingga 93 persen pada puncak musim hujan.

Udara di kawasan pesisir Pangkep juga membawa kandungan garam dari laut, dengan kadar yang bervariasi tergantung lokasi, mulai dari kawasan kepulauan hingga pesisir daratan utama seperti Labakkang yang dialiri limpasan air tawar dari sungai.

Kombinasi antara kelembapan tinggi dan kandungan garam di udara inilah yang membuat lingkungan pesisir lebih cepat memicu karat pada bagian logam kendaraan dibanding daerah yang lebih kering.

BACA JUGA:  Video Ricuh Semifinal Voli di Masalle Viral, Protes Poin Jadi Sorotan

Bagian Mobil yang Rentan Berkarat

Bagian kolong atau bagian bawah mobil menjadi area yang paling rentan mengalami korosi karena terus-menerus terpapar cipratan air asin, kotoran jalan, dan sisa material lain selama kendaraan digunakan.

Area sekitar spakbor dalam, sambungan atau seam bodi, serta jalur pipa dan kabel di bagian bawah mobil turut menjadi titik yang perlu diwaspadai.

Bagian bodi dan cat kendaraan juga rentan mengalami karat apabila lapisan pelindungnya rusak, karena goresan atau kelupasan cat dapat menjadi jalan masuk bagi karat, dengan gejala yang sering muncul di sekitar spakbor, rocker panel, atau bagasi.

Terminal aki turut disebut rentan mengalami korosi meski penyebabnya bukan berasal dari paparan garam laut secara langsung.

Cara Mencegah Karat pada Mobil

Mencuci mobil secara rutin menjadi langkah utama yang dapat dilakukan, dengan fokus khusus pada bagian bawah pintu, fender, dan kolong mobil yang paling sering terkena cipratan air kotor dan residu garam dari udara laut.

BACA JUGA:  Jeneponto, Selayar dan Bantaeng Masuk Status Siaga Tsunami, Gempa M7,7 Guncang NTT

Goresan atau kerusakan cat sebaiknya segera diperbaiki, karena benturan yang membuat cat terkelupas dapat memicu tumbuhnya karat akibat hilangnya lapisan pelindung bodi.

Perawatan rutin berupa pencucian dan pelapisan wax secara berkala juga perlu dilakukan untuk menjaga lapisan pelindung cat tetap optimal dari risiko korosi.

Menghindari parkir dalam kondisi mobil basah di tempat lembap dan terbuka dalam waktu lama turut menjadi langkah pencegahan yang dapat dipertimbangkan pemilik kendaraan.

Tanda Awal Korosi yang Perlu Diperhatikan

SulawesiPos.com – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dikenal sebagai wilayah pesisir yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan, dengan enam kecamatan pesisir di daratan utama serta empat kecamatan kepulauan yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar. Kondisi ini membuat mobil yang sering digunakan atau diparkir di kawasan pesisir Pangkep berisiko lebih tinggi mengalami korosi atau karat dibanding kendaraan di daerah lain.

Tingkat kelembapan udara di wilayah ini tergolong tinggi sepanjang tahun dengan rata-rata sekitar 81 persen, bahkan dapat meningkat hingga 93 persen pada puncak musim hujan.

Udara di kawasan pesisir Pangkep juga membawa kandungan garam dari laut, dengan kadar yang bervariasi tergantung lokasi, mulai dari kawasan kepulauan hingga pesisir daratan utama seperti Labakkang yang dialiri limpasan air tawar dari sungai.

Kombinasi antara kelembapan tinggi dan kandungan garam di udara inilah yang membuat lingkungan pesisir lebih cepat memicu karat pada bagian logam kendaraan dibanding daerah yang lebih kering.

BACA JUGA:  Tak Hanya Bentuk Satgas, Bupati Bone Turun Langsung Cek Antrean Kendaraan di SPBU

Bagian Mobil yang Rentan Berkarat

Bagian kolong atau bagian bawah mobil menjadi area yang paling rentan mengalami korosi karena terus-menerus terpapar cipratan air asin, kotoran jalan, dan sisa material lain selama kendaraan digunakan.

Area sekitar spakbor dalam, sambungan atau seam bodi, serta jalur pipa dan kabel di bagian bawah mobil turut menjadi titik yang perlu diwaspadai.

Bagian bodi dan cat kendaraan juga rentan mengalami karat apabila lapisan pelindungnya rusak, karena goresan atau kelupasan cat dapat menjadi jalan masuk bagi karat, dengan gejala yang sering muncul di sekitar spakbor, rocker panel, atau bagasi.

Terminal aki turut disebut rentan mengalami korosi meski penyebabnya bukan berasal dari paparan garam laut secara langsung.

Cara Mencegah Karat pada Mobil

Mencuci mobil secara rutin menjadi langkah utama yang dapat dilakukan, dengan fokus khusus pada bagian bawah pintu, fender, dan kolong mobil yang paling sering terkena cipratan air kotor dan residu garam dari udara laut.

BACA JUGA:  Update Cuaca Sulsel 2 Maret: Berawan Pagi, Siang Berpotensi Hujan Ringan-Sedang

Goresan atau kerusakan cat sebaiknya segera diperbaiki, karena benturan yang membuat cat terkelupas dapat memicu tumbuhnya karat akibat hilangnya lapisan pelindung bodi.

Perawatan rutin berupa pencucian dan pelapisan wax secara berkala juga perlu dilakukan untuk menjaga lapisan pelindung cat tetap optimal dari risiko korosi.

Menghindari parkir dalam kondisi mobil basah di tempat lembap dan terbuka dalam waktu lama turut menjadi langkah pencegahan yang dapat dipertimbangkan pemilik kendaraan.

Tanda Awal Korosi yang Perlu Diperhatikan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru