Hasil Persik vs Dewa United: Gol Roket Rafael Struick Bawa Tim Tamu Curi Tiga Poin

SulawesiPos.com – Rafael Struick langsung memberi dampak besar untuk Dewa United setelah gol tunggalnya pada menit ke-15 membungkam Persik Kediri 1-0 dalam laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (5/9/2026), sekaligus membuat tuan rumah gagal memaksimalkan dominasi dan dukungan publik sendiri.

Gol Struick lahir dari tembakan keras jarak jauh yang gagal dihentikan kiper Persik, Husna Al Malik.

Persik sebenarnya memulai pertandingan dengan agresif dan beberapa kali menekan pertahanan Dewa United melalui pergerakan Ernesto Gomez serta Eduardo Barbosa.

Namun, tekanan awal Macan Putih tidak menghasilkan gol, sementara Dewa United justru mampu memanfaatkan satu momen serangan untuk mencuri keunggulan.

Struick menyebut kemenangan tersebut tidak mudah karena Persik memberi perlawanan ketat sejak babak pertama.

“Tentu saya sangat senang, pertama-tama karena tiga poin ini. Saya pikir hari ini pertandingan yang sulit. Kediri bermain sangat baik dan di babak pertama kami menghadapi situasi yang tidak mudah. Tapi sebagai tim, kami beradaptasi dengan baik,” ujar Struick usai pertandingan.

BACA JUGA:  Persib Bandung Tertahan di Kandang Borneo FC, Gol Penalti Menit Akhir Selamatkan Pesut Etam

Kemenangan itu juga menjadi penanda penting bagi Struick setelah musim sebelumnya tidak berjalan maksimal.

“Musim lalu bukan musim terbaik saya. Jadi musim ini saya harus membuktikan diri. Saya rasa saya sudah melewati masa pramusim yang bagus dan siap membantu tim sebanyak mungkin. Tugas saya adalah mencetak gol, dan hari ini saya berhasil melakukannya untuk membantu tim meraih tiga poin,” pungkasnya.

Persik Dominan, Finishing Jadi Masalah

Kekalahan ini terasa pahit bagi Persik karena tim asuhan Marcos Reina beberapa kali mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan.

Ernesto sempat mengancam pada menit ke-11, tetapi tembakannya masih melebar dari gawang Dewa United.

Pada babak kedua, Persik kembali memperoleh peluang melalui Jose Enrique setelah menerima umpan dari Eduardo Barbosa, namun penyelesaiannya juga belum berbuah gol.

Marcos Reina mengaku kecewa dengan hasil tersebut, tetapi tetap memberi apresiasi terhadap performa anak asuhnya.

“Kami sedih karena kalah. Tetapi di sisi lain, saya sangat bangga karena tim bermain sangat baik,” ujar Marcos dalam konferensi pers pasca pertandingan.

BACA JUGA:  Hasil Borneo vs Persija: Debut Shin Tae-yong Manis, Macam Kemayoran Bawa Pulang 3 Poin di Segiri

Pelatih asal Spanyol itu menilai Persik sudah mampu menguasai bola, menekan lawan, dan menciptakan peluang, tetapi gagal menyelesaikan bagian paling menentukan.

“Yang paling sulit adalah menciptakan peluang. Setelah itu, tentu harus memasukkannya ke dalam gawang. Hari ini bola tidak mau masuk,” katanya.

Angin dan Serangan Balik Jadi Sorotan

Marcos juga menyinggung kondisi angin pada babak pertama yang ikut memengaruhi situasi gol Dewa United, meski ia tidak menjadikannya sebagai alasan utama kekalahan.

“Babak pertama cuaca sangat berangin. Jika tidak ada kondisi seperti itu, mungkin gol tersebut tidak akan terjadi. Tapi inilah sepak bola,” ujarnya.

SulawesiPos.com – Rafael Struick langsung memberi dampak besar untuk Dewa United setelah gol tunggalnya pada menit ke-15 membungkam Persik Kediri 1-0 dalam laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (5/9/2026), sekaligus membuat tuan rumah gagal memaksimalkan dominasi dan dukungan publik sendiri.

Gol Struick lahir dari tembakan keras jarak jauh yang gagal dihentikan kiper Persik, Husna Al Malik.

Persik sebenarnya memulai pertandingan dengan agresif dan beberapa kali menekan pertahanan Dewa United melalui pergerakan Ernesto Gomez serta Eduardo Barbosa.

Namun, tekanan awal Macan Putih tidak menghasilkan gol, sementara Dewa United justru mampu memanfaatkan satu momen serangan untuk mencuri keunggulan.

Struick menyebut kemenangan tersebut tidak mudah karena Persik memberi perlawanan ketat sejak babak pertama.

“Tentu saya sangat senang, pertama-tama karena tiga poin ini. Saya pikir hari ini pertandingan yang sulit. Kediri bermain sangat baik dan di babak pertama kami menghadapi situasi yang tidak mudah. Tapi sebagai tim, kami beradaptasi dengan baik,” ujar Struick usai pertandingan.

BACA JUGA:  PSIM vs PSM Makassar: Laga Panas di Bantul, Pasukan Ramang Datang dengan Tekanan Besar

Kemenangan itu juga menjadi penanda penting bagi Struick setelah musim sebelumnya tidak berjalan maksimal.

“Musim lalu bukan musim terbaik saya. Jadi musim ini saya harus membuktikan diri. Saya rasa saya sudah melewati masa pramusim yang bagus dan siap membantu tim sebanyak mungkin. Tugas saya adalah mencetak gol, dan hari ini saya berhasil melakukannya untuk membantu tim meraih tiga poin,” pungkasnya.

Persik Dominan, Finishing Jadi Masalah

Kekalahan ini terasa pahit bagi Persik karena tim asuhan Marcos Reina beberapa kali mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan.

Ernesto sempat mengancam pada menit ke-11, tetapi tembakannya masih melebar dari gawang Dewa United.

Pada babak kedua, Persik kembali memperoleh peluang melalui Jose Enrique setelah menerima umpan dari Eduardo Barbosa, namun penyelesaiannya juga belum berbuah gol.

Marcos Reina mengaku kecewa dengan hasil tersebut, tetapi tetap memberi apresiasi terhadap performa anak asuhnya.

“Kami sedih karena kalah. Tetapi di sisi lain, saya sangat bangga karena tim bermain sangat baik,” ujar Marcos dalam konferensi pers pasca pertandingan.

BACA JUGA:  Tomas Trucha Targetkan Tiga Poin di Stadion BJ Habibie

Pelatih asal Spanyol itu menilai Persik sudah mampu menguasai bola, menekan lawan, dan menciptakan peluang, tetapi gagal menyelesaikan bagian paling menentukan.

“Yang paling sulit adalah menciptakan peluang. Setelah itu, tentu harus memasukkannya ke dalam gawang. Hari ini bola tidak mau masuk,” katanya.

Angin dan Serangan Balik Jadi Sorotan

Marcos juga menyinggung kondisi angin pada babak pertama yang ikut memengaruhi situasi gol Dewa United, meski ia tidak menjadikannya sebagai alasan utama kekalahan.

“Babak pertama cuaca sangat berangin. Jika tidak ada kondisi seperti itu, mungkin gol tersebut tidak akan terjadi. Tapi inilah sepak bola,” ujarnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru