Di Hadapan Ulama Sulsel, Mentan Amran Ajak Doa Kita Nomor 1 di Dunia, Mari Jadikan Kerja Kita Juga Nomor 1

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali mengingatkan, sukses tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan harus diraih melalui kerja keras. Tak cukup hanya dengan doa, tetapi harus diikuti tindakan atau action.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjadi keynote speaker pada Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan bertema “Meneguhkan Peran Utama dalam Merekatkan Ukhuwah dan Mengawal Transformasi Umat Menuju Sulawesi Selatan yang Berkeadaban” di Makassar, Sabtu (22/8)

Mentan Amran memberikan contoh mengenai perlunya kerja keras dengan menceritakan seorang pria di Papua yang mengenakan kaos bertuliskan kalimat unik.

Di punggung kaosnya ada kalimat berbunyi begini: Rezeki memang di tangan Tuhan, tapi kalau kamu tidur terus Tuhan pun angkat tangan.

Menurut Mentan, dalam Islam, ada Surat Ar-Rad ayat 11, yang artinya tidak akan berubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu yang mengubahnya sendiri.

Ada juga ayat lain yang menegaskan Allah mencintai orang yang kerja keras.

BACA JUGA:  Mentan Amran Ajak Mahasiswa IAIN Gorontalo Kelola Lahan Kampus untuk Swasembada Pangan

Mentan Amran lalu mengungkap hasil penelitian yang menyatakan baha orang Indonesia juara satu dalam hal berdoa. Disusul Kenya dan Nigeria.

“Itu sudah benar. Tapi, perlu ditambah. Kalau doa juara satu, maka tindakan juga harud juara satu,” ujarnya.

Transformasi Menuju Negara Maju dan Berdaulat

Pada bagian lain, Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menjadi bukti bahwa target besar bangsa dapat diwujudkan melalui kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, ia mengajak para ulama untuk turut mengawal transformasi Indonesia menuju negara maju dan berdaulat.

Di hadapan para ulama, tokoh masyarakat, dan peserta Musda, Mentan Amran mengatakan swasembada pangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara kuat pada 2045.

“Kami ingin melaporkan apa capaian kita bersama. Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia harus swasembada beras dan tidak impor beras. Kami keliling Indonesia, mendengar langsung kebutuhan petani, memperbaiki berbagai persoalan di lapangan, dan Alhamdulillah hari ini kita bisa mencapai swasembada,” kata Mentan Amran.

BACA JUGA:  DPR Tegaskan Ketahanan Pangan Tak Bisa Setengah-setengah, Harus Terpadu!

Menurutnya, capaian tersebut tidak diraih dengan mudah.

Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari ancaman krisis global hingga praktik-praktik yang merugikan petani dan negara.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang menghambat upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali mengingatkan, sukses tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan harus diraih melalui kerja keras. Tak cukup hanya dengan doa, tetapi harus diikuti tindakan atau action.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjadi keynote speaker pada Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan bertema “Meneguhkan Peran Utama dalam Merekatkan Ukhuwah dan Mengawal Transformasi Umat Menuju Sulawesi Selatan yang Berkeadaban” di Makassar, Sabtu (22/8)

Mentan Amran memberikan contoh mengenai perlunya kerja keras dengan menceritakan seorang pria di Papua yang mengenakan kaos bertuliskan kalimat unik.

Di punggung kaosnya ada kalimat berbunyi begini: Rezeki memang di tangan Tuhan, tapi kalau kamu tidur terus Tuhan pun angkat tangan.

Menurut Mentan, dalam Islam, ada Surat Ar-Rad ayat 11, yang artinya tidak akan berubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu yang mengubahnya sendiri.

Ada juga ayat lain yang menegaskan Allah mencintai orang yang kerja keras.

BACA JUGA:  Mentan Amran Dilantik Menjadi Ketua Mabisaka Taruna Bumi: Indonesia Bisa Jadi Pemimpin Pangan Dunia

Mentan Amran lalu mengungkap hasil penelitian yang menyatakan baha orang Indonesia juara satu dalam hal berdoa. Disusul Kenya dan Nigeria.

“Itu sudah benar. Tapi, perlu ditambah. Kalau doa juara satu, maka tindakan juga harud juara satu,” ujarnya.

Transformasi Menuju Negara Maju dan Berdaulat

Pada bagian lain, Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menjadi bukti bahwa target besar bangsa dapat diwujudkan melalui kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, ia mengajak para ulama untuk turut mengawal transformasi Indonesia menuju negara maju dan berdaulat.

Di hadapan para ulama, tokoh masyarakat, dan peserta Musda, Mentan Amran mengatakan swasembada pangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara kuat pada 2045.

“Kami ingin melaporkan apa capaian kita bersama. Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia harus swasembada beras dan tidak impor beras. Kami keliling Indonesia, mendengar langsung kebutuhan petani, memperbaiki berbagai persoalan di lapangan, dan Alhamdulillah hari ini kita bisa mencapai swasembada,” kata Mentan Amran.

BACA JUGA:  Momen Hangat IKA Unhas Salurkan Baksos Beras, Driver Ojek Online Terima dengan Senyuman

Menurutnya, capaian tersebut tidak diraih dengan mudah.

Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari ancaman krisis global hingga praktik-praktik yang merugikan petani dan negara.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang menghambat upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru