Jalan Pongtiku: Mengenal Sosok Pahlawan Nasional Asal Toraja

SulawesiPos.com – Nama Jalan Pongtiku mungkin sudah tidak asing bagi warga Kota Makassar.

Ruas jalan ini memakai nama salah satu tokoh perjuangan dari Tana Toraja, Pong Tiku, pemimpin Toraja yang dikenal gigih melawan kolonial Belanda dan kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Jalan Pongtiku berada di kawasan Kota Makassar dan menjadi salah satu jalur yang menghubungkan wilayah Kecamatan Tallo dan Kecamatan Bontoala, membentang dari sekitar Jalan Gunung Bawakaraeng menuju kawasan Jalan Panampu.

Penggunaan nama Pong Tiku sebagai nama jalan menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap tokoh asal Toraja yang kisah perjuangannya masuk dalam sejarah perlawanan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap kolonialisme.

Dari Pejuang Toraja Menjadi Nama Jalan

Pong Tiku, yang juga dikenal dengan nama Ne’ Baso, lahir sekitar 1846 di Tana Toraja.

Ia dikenal sebagai pemimpin masyarakat sekaligus pejuang yang menggunakan strategi gerilya saat menghadapi pasukan Belanda.

Pahlawan Nasional, Pongtiku
Pahlawan Nasional, Pongtiku

Dalam perjuangannya, Pong Tiku memanfaatkan kondisi geografis Toraja, termasuk kawasan perbukitan dan benteng-benteng pertahanan batu, untuk menahan laju pasukan kolonial.

BACA JUGA:  Di Balik Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal

Pong Tiku ditangkap dan dieksekusi oleh Belanda pada 10 Juli 1907 di kawasan Sungai Sa’dan dekat Bukit Singki.

Lebih dari sembilan dekade setelah wafatnya, pemerintah Indonesia menetapkan Pong Tiku sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 73/TK/2002 pada 6 November 2002.

Jalan Pongtiku di Tengah Aktivitas Warga Makassar

Di Makassar, nama Pong Tiku tidak hanya dikenang melalui buku sejarah atau monumen.

Namanya melekat pada sebuah ruas jalan di kawasan perkotaan yang dipakai masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Di sepanjang kawasan Jalan Pongtiku terdapat sejumlah fasilitas publik, salah satunya UPT SPF SD Negeri Pongtiku 1.

Kehadiran nama itu membuat jejak sejarah perjuangan Pong Tiku tetap hadir dalam ruang publik kota.

Nama Pong Tiku juga digunakan di wilayah asalnya. Di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, terdapat Jalan Pongtiku di Kelurahan Karassik, Kecamatan Rantepao, yang menjadi salah satu jalur penting di pusat kota.

Selain nama jalan, masyarakat Toraja Utara juga mengenang Pong Tiku melalui Patung Pong Tiku di kawasan Rantepao serta RSUD Pongtiku.

BACA JUGA:  Aksi Tembak-tembakan Omega di Makassar Ganggu Ketertiban, Wali Kota Appi: Ini Tak Boleh Dibiarkan

Bukan Sekadar Nama Jalan

Penggunaan nama Pong Tiku pada jalan di Makassar memiliki makna lebih dari sekadar penamaan geografis.

Nama itu menjadi pengingat terhadap tokoh dari Sulawesi Selatan yang pernah memimpin perlawanan terhadap kekuasaan kolonial.

SulawesiPos.com – Nama Jalan Pongtiku mungkin sudah tidak asing bagi warga Kota Makassar.

Ruas jalan ini memakai nama salah satu tokoh perjuangan dari Tana Toraja, Pong Tiku, pemimpin Toraja yang dikenal gigih melawan kolonial Belanda dan kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Jalan Pongtiku berada di kawasan Kota Makassar dan menjadi salah satu jalur yang menghubungkan wilayah Kecamatan Tallo dan Kecamatan Bontoala, membentang dari sekitar Jalan Gunung Bawakaraeng menuju kawasan Jalan Panampu.

Penggunaan nama Pong Tiku sebagai nama jalan menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap tokoh asal Toraja yang kisah perjuangannya masuk dalam sejarah perlawanan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap kolonialisme.

Dari Pejuang Toraja Menjadi Nama Jalan

Pong Tiku, yang juga dikenal dengan nama Ne’ Baso, lahir sekitar 1846 di Tana Toraja.

Ia dikenal sebagai pemimpin masyarakat sekaligus pejuang yang menggunakan strategi gerilya saat menghadapi pasukan Belanda.

Pahlawan Nasional, Pongtiku
Pahlawan Nasional, Pongtiku

Dalam perjuangannya, Pong Tiku memanfaatkan kondisi geografis Toraja, termasuk kawasan perbukitan dan benteng-benteng pertahanan batu, untuk menahan laju pasukan kolonial.

BACA JUGA:  50 Ribu Warga Makassar di 6 Kecamatan Berpotensi Terdampak Kekeringan

Pong Tiku ditangkap dan dieksekusi oleh Belanda pada 10 Juli 1907 di kawasan Sungai Sa’dan dekat Bukit Singki.

Lebih dari sembilan dekade setelah wafatnya, pemerintah Indonesia menetapkan Pong Tiku sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 73/TK/2002 pada 6 November 2002.

Jalan Pongtiku di Tengah Aktivitas Warga Makassar

Di Makassar, nama Pong Tiku tidak hanya dikenang melalui buku sejarah atau monumen.

Namanya melekat pada sebuah ruas jalan di kawasan perkotaan yang dipakai masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Di sepanjang kawasan Jalan Pongtiku terdapat sejumlah fasilitas publik, salah satunya UPT SPF SD Negeri Pongtiku 1.

Kehadiran nama itu membuat jejak sejarah perjuangan Pong Tiku tetap hadir dalam ruang publik kota.

Nama Pong Tiku juga digunakan di wilayah asalnya. Di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, terdapat Jalan Pongtiku di Kelurahan Karassik, Kecamatan Rantepao, yang menjadi salah satu jalur penting di pusat kota.

Selain nama jalan, masyarakat Toraja Utara juga mengenang Pong Tiku melalui Patung Pong Tiku di kawasan Rantepao serta RSUD Pongtiku.

BACA JUGA:  Wasit Wali Kota Cup Makassar Keluhkan Minimnya Pengamanan usai Insiden di Lapangan

Bukan Sekadar Nama Jalan

Penggunaan nama Pong Tiku pada jalan di Makassar memiliki makna lebih dari sekadar penamaan geografis.

Nama itu menjadi pengingat terhadap tokoh dari Sulawesi Selatan yang pernah memimpin perlawanan terhadap kekuasaan kolonial.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru