Siswa SMA Unggulan KKSS Bone Digembleng 3 Bulan di Maros, English Foundation Program untuk Siapkan Daya Saing Global

SulawesiPos.com – Siswa SMA Unggulan KKSS Bone mulai digembleng lewat English Foundation Program selama tiga bulan di Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS) Maros, terhitung sejak 5 Agustus hingga 5 November 2026. Program ini menjadi langkah konkret sekolah di bawah naungan KKSS itu untuk menyiapkan peserta didik yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap berkomunikasi dan bersaing di level global.

Pembina Yayasan Sekolah Unggulan KKSS Bone, Muhammad Ramli Rahim, menyebut program tersebut dirancang sebagai strategi untuk memperkuat kompetensi bahasa Inggris sekaligus membangun karakter dan wawasan internasional siswa sejak dini.

Menurut dia, kebutuhan menghadapi persaingan masa depan tidak cukup dijawab dengan pembelajaran formal di ruang kelas semata.

“Melalui kerja sama dengan Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS) Maros, Yayasan Unggulan KKSS Bone berharap para peserta memperoleh pengalaman belajar berkualitas sekaligus memperluas wawasan internasional sebagai bekal menghadapi persaingan di era global,” ujar Muhammad Ramli Rahim, Kamis, 6 Agustus 2026.

BACA JUGA:  Mentan Amran: Tanam Jagung Upaya Cegah Kejahatan Sejak di Hulu

Pernyataan itu menegaskan arah program yang tidak hanya mengejar kemampuan linguistik, tetapi juga membentuk kebiasaan berbahasa Inggris dalam aktivitas harian.

Sekolah menilai siswa membutuhkan lingkungan yang mendorong praktik komunikasi secara intensif agar rasa percaya diri mereka tumbuh lebih cepat.

Belajar Bahasa Inggris Tidak Lagi Sekadar di Kelas

Karena itu, English Foundation Program disusun dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.

Siswa dijadwalkan mengikuti aktivitas interaktif, diskusi, presentasi, hingga praktik komunikasi yang dirancang untuk melatih keberanian berbicara dan kemampuan berpikir kritis.

Model seperti ini membuat program tidak berhenti pada hafalan materi. Siswa justru didorong membiasakan penggunaan bahasa Inggris dalam situasi yang lebih hidup, sehingga kemampuan komunikasi mereka terbangun seiring proses belajar yang berlangsung setiap hari.

Muhammad Ramli Rahim menegaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen besar sekolah yang dirintis di bawah organisasi KKSS dengan Ketua Umum Andi Amran Sulaiman.

“Program ini menjadi bukti nyata komitmen SMA Unggulan KKSS Bone—sekolah yang dirintis oleh Ketua Umum KKSS Andi Amran Sulaeman—dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang kompetitif. Hal ini sangat penting sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun berkiprah di tingkat nasional hingga internasional,” tambahnya.

SulawesiPos.com – Siswa SMA Unggulan KKSS Bone mulai digembleng lewat English Foundation Program selama tiga bulan di Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS) Maros, terhitung sejak 5 Agustus hingga 5 November 2026. Program ini menjadi langkah konkret sekolah di bawah naungan KKSS itu untuk menyiapkan peserta didik yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap berkomunikasi dan bersaing di level global.

Pembina Yayasan Sekolah Unggulan KKSS Bone, Muhammad Ramli Rahim, menyebut program tersebut dirancang sebagai strategi untuk memperkuat kompetensi bahasa Inggris sekaligus membangun karakter dan wawasan internasional siswa sejak dini.

Menurut dia, kebutuhan menghadapi persaingan masa depan tidak cukup dijawab dengan pembelajaran formal di ruang kelas semata.

“Melalui kerja sama dengan Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS) Maros, Yayasan Unggulan KKSS Bone berharap para peserta memperoleh pengalaman belajar berkualitas sekaligus memperluas wawasan internasional sebagai bekal menghadapi persaingan di era global,” ujar Muhammad Ramli Rahim, Kamis, 6 Agustus 2026.

BACA JUGA:  Papua Kompak Kawal Program Pertanian, Mentan Amran Ajak Wujudkan 'Pesta Panen' di Tanah Papua

Pernyataan itu menegaskan arah program yang tidak hanya mengejar kemampuan linguistik, tetapi juga membentuk kebiasaan berbahasa Inggris dalam aktivitas harian.

Sekolah menilai siswa membutuhkan lingkungan yang mendorong praktik komunikasi secara intensif agar rasa percaya diri mereka tumbuh lebih cepat.

Belajar Bahasa Inggris Tidak Lagi Sekadar di Kelas

Karena itu, English Foundation Program disusun dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.

Siswa dijadwalkan mengikuti aktivitas interaktif, diskusi, presentasi, hingga praktik komunikasi yang dirancang untuk melatih keberanian berbicara dan kemampuan berpikir kritis.

Model seperti ini membuat program tidak berhenti pada hafalan materi. Siswa justru didorong membiasakan penggunaan bahasa Inggris dalam situasi yang lebih hidup, sehingga kemampuan komunikasi mereka terbangun seiring proses belajar yang berlangsung setiap hari.

Muhammad Ramli Rahim menegaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen besar sekolah yang dirintis di bawah organisasi KKSS dengan Ketua Umum Andi Amran Sulaiman.

“Program ini menjadi bukti nyata komitmen SMA Unggulan KKSS Bone—sekolah yang dirintis oleh Ketua Umum KKSS Andi Amran Sulaeman—dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang kompetitif. Hal ini sangat penting sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun berkiprah di tingkat nasional hingga internasional,” tambahnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru