Indofood CBP Jadi Kata Kunci, SIMP Cairkan Dividen Rp 403 Miliar dan Lo Kheng Hong Diperkirakan Terima Rp 20,71 Miliar

SulawesiPos.com – Kata kunci Indofood CBP ikut ramai dicari investor ketika PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencairkan dividen tunai Rp 403 miliar pada Selasa (28/7/2026), dengan nilai Rp 26 per saham, sementara Lo Kheng Hong diperkirakan menerima Rp 20,71 miliar karena menggenggam 796.649.400 saham atau setara 5,14 persen dari total saham perusahaan per akhir Mei 2026.

Pembagian dividen itu berasal dari tahun buku 2025 dan setara 19,5 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,06 triliun.

Pembayaran dividen SIMP hanya diberikan kepada investor yang tercatat sebagai pemegang saham pada 7 Juli 2026.

Data kepemilikan saham yang dikutip Kontan menunjukkan Lo Kheng Hong menjadi salah satu investor yang menikmati setoran dividen jumbo dari emiten perkebunan sawit milik keluarga Salim tersebut.

Dengan jumlah saham hampir 796,65 juta lembar, investor kawakan Bursa Efek Indonesia itu diperkirakan memperoleh dividen Rp 20,71 miliar dari pembayaran tunai hari ini.

BACA JUGA:  Rosan Roeslani Klaim Investor Asing Kirim Sinyal Positif, Yakin IHSG Rebound Awal Pekan

Lo Kheng Hong Jadi Sorotan

Besarnya dana dividen yang mengalir ke rekening Lo Kheng Hong membuat nama investor senior itu kembali menjadi perhatian di kalangan pelaku pasar.

Di tengah sorotan terhadap saham-saham grup Salim, pencarian kata kunci Indofood CBP juga ikut menempel karena investor sedang memburu emiten-emiten yang dinilai masih rutin memberi imbal hasil tunai.

Meski begitu, emiten yang membagikan dividen pada 28 Juli 2026 dalam laporan ini adalah SIMP, bukan Indofood CBP.

SIMP menyalurkan dividen Rp 26 per saham kepada pemegang saham yang berhak sesuai recording date yang telah ditetapkan perusahaan.

Angka itu membuat total distribusi dividen perusahaan menembus Rp 403 miliar.

Harga Saham SIMP Menguat

Pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026 pukul 11.30 WIB, harga saham SIMP berada di level Rp 580 per saham.

Posisi itu menunjukkan kenaikan 5 poin atau 0,87 persen dibanding penutupan sebelumnya.

SulawesiPos.com – Kata kunci Indofood CBP ikut ramai dicari investor ketika PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencairkan dividen tunai Rp 403 miliar pada Selasa (28/7/2026), dengan nilai Rp 26 per saham, sementara Lo Kheng Hong diperkirakan menerima Rp 20,71 miliar karena menggenggam 796.649.400 saham atau setara 5,14 persen dari total saham perusahaan per akhir Mei 2026.

Pembagian dividen itu berasal dari tahun buku 2025 dan setara 19,5 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,06 triliun.

Pembayaran dividen SIMP hanya diberikan kepada investor yang tercatat sebagai pemegang saham pada 7 Juli 2026.

Data kepemilikan saham yang dikutip Kontan menunjukkan Lo Kheng Hong menjadi salah satu investor yang menikmati setoran dividen jumbo dari emiten perkebunan sawit milik keluarga Salim tersebut.

Dengan jumlah saham hampir 796,65 juta lembar, investor kawakan Bursa Efek Indonesia itu diperkirakan memperoleh dividen Rp 20,71 miliar dari pembayaran tunai hari ini.

BACA JUGA:  RANS Bantah Isu Pencucian Uang, Tegaskan Valuasi Tumbuh dari Investasi dan Kinerja

Lo Kheng Hong Jadi Sorotan

Besarnya dana dividen yang mengalir ke rekening Lo Kheng Hong membuat nama investor senior itu kembali menjadi perhatian di kalangan pelaku pasar.

Di tengah sorotan terhadap saham-saham grup Salim, pencarian kata kunci Indofood CBP juga ikut menempel karena investor sedang memburu emiten-emiten yang dinilai masih rutin memberi imbal hasil tunai.

Meski begitu, emiten yang membagikan dividen pada 28 Juli 2026 dalam laporan ini adalah SIMP, bukan Indofood CBP.

SIMP menyalurkan dividen Rp 26 per saham kepada pemegang saham yang berhak sesuai recording date yang telah ditetapkan perusahaan.

Angka itu membuat total distribusi dividen perusahaan menembus Rp 403 miliar.

Harga Saham SIMP Menguat

Pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026 pukul 11.30 WIB, harga saham SIMP berada di level Rp 580 per saham.

Posisi itu menunjukkan kenaikan 5 poin atau 0,87 persen dibanding penutupan sebelumnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru