Lavrov–Araghchi Satukan Langkah, Rusia Desak Perdamaian Teluk Persia dan Tegaskan Dukungan bagi Iran

SulawesiPos.com – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menggelar pertemuan strategis di sela-sela Sidang Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Cholpon-Ata, Kirgizstan, Jumat (24/7/2026), guna membahas eskalasi konflik di Teluk Persia, upaya menghentikan permusuhan secara permanen, penguatan hubungan bilateral, serta koordinasi dalam berbagai organisasi internasional seperti SCO dan BRICS, di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah Amerika Serikat mengakhiri gencatan senjata yang sebelumnya disepakati dengan Iran.

Pertemuan tersebut berlangsung di sela forum tahunan para menteri luar negeri negara-negara anggota SCO yang tahun ini dipimpin Kirgizstan bertepatan dengan peringatan 25 tahun berdirinya organisasi tersebut.

Lavrov menegaskan bahwa penghentian permusuhan melalui kesepakatan yang berkelanjutan merupakan syarat utama untuk memulihkan stabilitas kawasan, menjamin keamanan regional, dan memastikan kebebasan pelayaran internasional di Teluk Persia.

Menteri luar negeri Rusia juga menekankan bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalur diplomasi, dialog politik, dan pembangunan mekanisme keamanan yang melibatkan negara-negara kawasan sebagai aktor utama.

BACA JUGA:  Selat Hormuz Memanas, 1 Kapal Dilaporkan Tenggelam, Lebih dari 150 Lepas Jangkar

Araghchi menyampaikan apresiasi atas sikap konsisten Moskow yang mengutuk serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta mendukung penyelesaian sengketa berdasarkan hukum internasional.

Menurut Araghchi, ketidakamanan yang kini terjadi di Selat Hormuz merupakan konsekuensi langsung dari pelanggaran komitmen Washington dan serangan militer yang dilakukan terhadap Iran.

Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran tetap menunjukkan keseriusan dalam jalur diplomasi, tetapi pada saat yang sama tidak akan membiarkan kepentingan nasional dan keamanan negaranya terancam.

Selat Hormuz Kembali Menjadi Titik Sentral Diplomasi Regional

Dalam pembicaraan tersebut, kedua menteri juga meninjau perkembangan terbaru di Asia Barat setelah meningkatnya ketegangan dalam dua pekan terakhir.

Ketegangan regional melonjak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Juli 2026 menyatakan bahwa gencatan senjata yang tercantum dalam nota kesepahaman Amerika Serikat–Iran tidak lagi berlaku.

Sejak saat itu, kedua negara kembali saling melancarkan serangan yang memperburuk situasi keamanan di kawasan Teluk Persia.

BACA JUGA:  Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak, Apakah Indonesia Ikut Terdampak?

SulawesiPos.com – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menggelar pertemuan strategis di sela-sela Sidang Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Cholpon-Ata, Kirgizstan, Jumat (24/7/2026), guna membahas eskalasi konflik di Teluk Persia, upaya menghentikan permusuhan secara permanen, penguatan hubungan bilateral, serta koordinasi dalam berbagai organisasi internasional seperti SCO dan BRICS, di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah Amerika Serikat mengakhiri gencatan senjata yang sebelumnya disepakati dengan Iran.

Pertemuan tersebut berlangsung di sela forum tahunan para menteri luar negeri negara-negara anggota SCO yang tahun ini dipimpin Kirgizstan bertepatan dengan peringatan 25 tahun berdirinya organisasi tersebut.

Lavrov menegaskan bahwa penghentian permusuhan melalui kesepakatan yang berkelanjutan merupakan syarat utama untuk memulihkan stabilitas kawasan, menjamin keamanan regional, dan memastikan kebebasan pelayaran internasional di Teluk Persia.

Menteri luar negeri Rusia juga menekankan bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalur diplomasi, dialog politik, dan pembangunan mekanisme keamanan yang melibatkan negara-negara kawasan sebagai aktor utama.

BACA JUGA:  Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, Komisi VII DPR Ingatkan Pemerintah Soal Pengaruh Penutupan Selat Hormuz Terhadap Ekonomi

Araghchi menyampaikan apresiasi atas sikap konsisten Moskow yang mengutuk serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta mendukung penyelesaian sengketa berdasarkan hukum internasional.

Menurut Araghchi, ketidakamanan yang kini terjadi di Selat Hormuz merupakan konsekuensi langsung dari pelanggaran komitmen Washington dan serangan militer yang dilakukan terhadap Iran.

Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran tetap menunjukkan keseriusan dalam jalur diplomasi, tetapi pada saat yang sama tidak akan membiarkan kepentingan nasional dan keamanan negaranya terancam.

Selat Hormuz Kembali Menjadi Titik Sentral Diplomasi Regional

Dalam pembicaraan tersebut, kedua menteri juga meninjau perkembangan terbaru di Asia Barat setelah meningkatnya ketegangan dalam dua pekan terakhir.

Ketegangan regional melonjak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Juli 2026 menyatakan bahwa gencatan senjata yang tercantum dalam nota kesepahaman Amerika Serikat–Iran tidak lagi berlaku.

Sejak saat itu, kedua negara kembali saling melancarkan serangan yang memperburuk situasi keamanan di kawasan Teluk Persia.

BACA JUGA:  WFH hingga Potong Gaji, Ini Deretan Negara yang Ambil Langkah Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru