Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap keselamatan jalur pelayaran global, mengingat Selat Hormuz menjadi koridor strategis bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Dalam konteks itu, Rusia menilai terciptanya stabilitas di Teluk Persia bukan hanya menjadi kepentingan negara-negara kawasan, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi global dan keamanan rantai pasok energi internasional.
Lavrov menyampaikan kesiapan Rusia membantu proses pembentukan mekanisme keamanan regional yang didasarkan pada kepercayaan bersama dan kepemimpinan negara-negara kawasan, bukan melalui pendekatan konfrontatif.
Kemitraan Strategis Iran–Rusia Terus Diperdalam
Selain membahas perkembangan keamanan kawasan, Lavrov dan Araghchi mengevaluasi pelaksanaan kerja sama bilateral di berbagai sektor.
Kedua pihak meninjau kemajuan kolaborasi di bidang politik, perdagangan, investasi, energi, transportasi, serta koordinasi diplomatik dalam berbagai organisasi internasional.
Mereka juga menyepakati percepatan implementasi berbagai nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua negara agar memberikan manfaat konkret bagi pembangunan ekonomi dan hubungan strategis jangka panjang.
Koordinasi di lingkungan SCO dan BRICS menjadi salah satu agenda penting karena kedua negara memandang organisasi tersebut semakin berperan dalam membentuk tata kelola internasional yang lebih multipolar.
Pertemuan ini juga berlangsung beberapa hari setelah konsultasi politik antara kementerian luar negeri Iran dan Rusia di Moskow yang menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat dialog strategis secara berkala.
Moskow bahkan mengonfirmasi tengah mempersiapkan kunjungan resmi Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov ke Teheran sebagai bagian dari tindak lanjut penguatan kemitraan komprehensif kedua negara.


