Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 Memanas, Indonesia dan Vietnam Siap Adu Taktik Lima Pelatih

SulawesiPos.com – Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 langsung memanas sejak laga pembuka pada Jumat, 24 Juli 2026, ketika Vietnam menghajar Timor-Leste 7-0 dan Singapura mencuri kemenangan 2-1 atas Kamboja.

Indonesia memang belum turun bertanding, tetapi skuad asuhan John Herdman justru masuk ke turnamen saat tekanan grup sudah telanjur naik dan peta persaingan mulai terbentuk jelas.

Situasi itu membuat Grup A tidak sekadar menjadi arena adu kualitas pemain, melainkan panggung duel gagasan lima pelatih dengan karakter yang berbeda.

Kim Sang-sik sudah lebih dulu mengirim pesan kuat bersama Vietnam, Gavin Lee membuka kampanye Singapura dengan kemenangan dramatis, Koji Gyotoku menunjukkan Kamboja tak lagi mudah ditekan, sementara Timor-Leste dan Indonesia masih menunggu respons berikut dari bangku taktik mereka.

Vietnam Sudah Lebih Dulu Menaruh Tekanan

Vietnam datang sebagai juara bertahan dan langsung bermain seperti tim yang tahu persis cara mengendalikan turnamen.

Kim Sang-sik tidak hanya menang besar 7-0 atas Timor-Leste, tetapi juga menegaskan bahwa The Golden Star Warriors masih menjadi tolok ukur di Grup A setelah mempertahankan fondasi juara mereka dan tetap ditopang nama-nama seperti Nguyễn Quang Hải, Nguyễn Hoàng Đức, Nguyễn Xuân Son, dan Đỗ Hoàng Hên.

BACA JUGA:  Garuda Muda Terbang! Kurniawan Dwi Yulianto Umumkan 26 Pemain Timnas U-17 untuk ASEAN U-17 2026

Singapura juga membuka langkah dengan hasil yang penting, meski caranya jauh lebih menegangkan.

Tim Gavin Lee menang 2-1 atas Kamboja lewat gol salto Ilhan Fandi di masa injury time, sebuah hasil yang membuat Lions mengamankan tiga poin sambil tetap menyisakan pekerjaan rumah besar di sisi permainan.

Dari sudut pandang persaingan grup, kemenangan itu cukup untuk menempatkan Singapura di jalur yang ideal sebelum menghadapi lawan yang lebih berat.

Di sisi lain, Kamboja justru memberi sinyal bahwa mereka bisa menjadi pengganggu serius.

Kekalahan tipis dari Singapura tidak sepenuhnya menggambarkan permainan tim Koji Gyotoku, yang tampil lebih agresif dan berani menyerang dibanding edisi-edisi sebelumnya.

SulawesiPos.com – Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 langsung memanas sejak laga pembuka pada Jumat, 24 Juli 2026, ketika Vietnam menghajar Timor-Leste 7-0 dan Singapura mencuri kemenangan 2-1 atas Kamboja.

Indonesia memang belum turun bertanding, tetapi skuad asuhan John Herdman justru masuk ke turnamen saat tekanan grup sudah telanjur naik dan peta persaingan mulai terbentuk jelas.

Situasi itu membuat Grup A tidak sekadar menjadi arena adu kualitas pemain, melainkan panggung duel gagasan lima pelatih dengan karakter yang berbeda.

Kim Sang-sik sudah lebih dulu mengirim pesan kuat bersama Vietnam, Gavin Lee membuka kampanye Singapura dengan kemenangan dramatis, Koji Gyotoku menunjukkan Kamboja tak lagi mudah ditekan, sementara Timor-Leste dan Indonesia masih menunggu respons berikut dari bangku taktik mereka.

Vietnam Sudah Lebih Dulu Menaruh Tekanan

Vietnam datang sebagai juara bertahan dan langsung bermain seperti tim yang tahu persis cara mengendalikan turnamen.

Kim Sang-sik tidak hanya menang besar 7-0 atas Timor-Leste, tetapi juga menegaskan bahwa The Golden Star Warriors masih menjadi tolok ukur di Grup A setelah mempertahankan fondasi juara mereka dan tetap ditopang nama-nama seperti Nguyễn Quang Hải, Nguyễn Hoàng Đức, Nguyễn Xuân Son, dan Đỗ Hoàng Hên.

BACA JUGA:  Indonesia U-17 Bungkam China 1-0, Gol Telat Senjaya Jadi Penentu di Piala Asia U-17 2026

Singapura juga membuka langkah dengan hasil yang penting, meski caranya jauh lebih menegangkan.

Tim Gavin Lee menang 2-1 atas Kamboja lewat gol salto Ilhan Fandi di masa injury time, sebuah hasil yang membuat Lions mengamankan tiga poin sambil tetap menyisakan pekerjaan rumah besar di sisi permainan.

Dari sudut pandang persaingan grup, kemenangan itu cukup untuk menempatkan Singapura di jalur yang ideal sebelum menghadapi lawan yang lebih berat.

Di sisi lain, Kamboja justru memberi sinyal bahwa mereka bisa menjadi pengganggu serius.

Kekalahan tipis dari Singapura tidak sepenuhnya menggambarkan permainan tim Koji Gyotoku, yang tampil lebih agresif dan berani menyerang dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru