27 C
Makassar
18 January 2026, 18:30 PM WITA

Indonesia dan Maroko Siap Menjadi Pilar Utama Pasukan Perdamaian Internasional di Gaza

SulawesiPos.com – Di tengah puing-puing dan sisa harapan di Jalur Gaza, sebuah cetak biru perdamaian dunia kini mulai menampakkan bentuknya yang nyata.

Indonesia dan Maroko muncul sebagai aktor kunci dalam misi kemanusiaan global yang sangat krusial bagi masa depan kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru dari media Amerika Serikat, Axios (15/1/2026), kedua negara ini diproyeksikan akan menyumbangkan kontribusi terbesar dalam pengiriman pasukan militer internasional untuk menjaga stabilitas Gaza.

Mandat Internasional dan Arsitektur Perdamaian

Langkah besar ini berakar pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada pertengahan November 2025 dengan dukungan mayoritas absolut.

Dunia internasional memberikan lampu hijau bagi rencana komprehensif inisiasi Amerika Serikat setelah 13 dari 15 anggota dewan menyatakan dukungannya, sementara Rusia dan Tiongkok memilih abstain.

Rencana tersebut tidak hanya sekadar penempatan serdadu, melainkan pembentukan “Administrasi Internasional Sementara” untuk mengelola transisi di Gaza.

Struktur pemerintahan transisi ini nantinya akan didampingi oleh sebuah “Dewan Perdamaian” di bawah supervisi kepemimpinan global guna memastikan stabilitas politik.

Baca Juga: 
Mentan Amran: Kalau Untuk Kebaikan, Menjadi Dosen Biasa di ITS pun Saya Siap

Pasukan stabilitas ini direncanakan memiliki wewenang luas dalam menjaga keamanan melalui koordinasi ketat dengan pihak Mesir dan Israel.

Diplomasi Indonesia: Antara Stabilitas dan Kemerdekaan

Bagi Indonesia, partisipasi dalam misi ini melampaui sekadar pengiriman personel militer maupun kewajiban internasional.

SulawesiPos.com – Di tengah puing-puing dan sisa harapan di Jalur Gaza, sebuah cetak biru perdamaian dunia kini mulai menampakkan bentuknya yang nyata.

Indonesia dan Maroko muncul sebagai aktor kunci dalam misi kemanusiaan global yang sangat krusial bagi masa depan kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru dari media Amerika Serikat, Axios (15/1/2026), kedua negara ini diproyeksikan akan menyumbangkan kontribusi terbesar dalam pengiriman pasukan militer internasional untuk menjaga stabilitas Gaza.

Mandat Internasional dan Arsitektur Perdamaian

Langkah besar ini berakar pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada pertengahan November 2025 dengan dukungan mayoritas absolut.

Dunia internasional memberikan lampu hijau bagi rencana komprehensif inisiasi Amerika Serikat setelah 13 dari 15 anggota dewan menyatakan dukungannya, sementara Rusia dan Tiongkok memilih abstain.

Rencana tersebut tidak hanya sekadar penempatan serdadu, melainkan pembentukan “Administrasi Internasional Sementara” untuk mengelola transisi di Gaza.

Struktur pemerintahan transisi ini nantinya akan didampingi oleh sebuah “Dewan Perdamaian” di bawah supervisi kepemimpinan global guna memastikan stabilitas politik.

Baca Juga: 
Menteri Trenggono Temui Keluarga Penumpang ATR 42-500, Sampaikan Empati dan Dukungan

Pasukan stabilitas ini direncanakan memiliki wewenang luas dalam menjaga keamanan melalui koordinasi ketat dengan pihak Mesir dan Israel.

Diplomasi Indonesia: Antara Stabilitas dan Kemerdekaan

Bagi Indonesia, partisipasi dalam misi ini melampaui sekadar pengiriman personel militer maupun kewajiban internasional.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/