Overview:
- Menkeu Purbaya yakin pelemahan nilai tukar rupiah hanya sementara.
- Ia memprediksi Rupiah akan menguat dalam dua pekan mendatang meski saat ini berada di level Rp16.860 per dolar AS.
- Pemerintah optimistis ekonomi 2026 tumbuh 6 persen, yang akan menjadi pendorong utama masuknya aliran modal asing (inflow).
SulawesiPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons menenangkan terkait pelemahan nilai tukar Rupiah yang kini mendekati level Rp17.000 per dolar AS.
Pada perdagangan Rabu (14/01/2026), mata uang Garuda terpantau berada di kisaran Rp16.860.
Menkeu optimistis tekanan ini hanya bersifat sementara dan akan segera berbalik arah.
Purbaya memprediksi penguatan Rupiah akan terjadi secara alami dalam waktu dekat.
Faktor utamanya adalah kondisi fundamental ekonomi nasional yang terus menunjukkan tren positif.
“Dua minggu lagi (rupiah menguat). Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah kan menguat juga hampir otomatis,” ujar Purbaya di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/01/2026) dilansir dari JawaPos.
Keyakinan Menkeu didasarkan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ambisius pada tahun 2026.
Ia menargetkan angka pertumbuhan bisa menyentuh level 6 persen.
Untuk Kuartal IV-2025 sendiri, ekonomi RI diprediksi tetap tangguh dengan pertumbuhan di angka 5,45 persen.
Pertumbuhan yang menjanjikan ini diyakini akan menjadi daya tarik bagi investor global untuk menanamkan modalnya kembali di tanah air.

