Debit Air Meningkat, Pencarian Pemuda Hilang di Sungai Rongkong Belum Membuahkan Hasil

SulawesiPos.com – Pencarian Firman (24), warga Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, belum membuahkan hasil setelah korban dilaporkan hilang saat menyeberangi Sungai Rongkong, Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. Operasi SAR terkendala arus deras dan debit air yang meningkat pascabanjir.

Tim SAR gabungan masih menyisir sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban. Namun, kondisi Sungai Rongkong yang berarus kuat membuat proses pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Material banjir seperti lumpur dan batang kayu yang terbawa arus turut menambah risiko bagi personel di lapangan.

Komandan Pos Unit Siaga SAR Masamba, Arhamdiansyah, mengatakan tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit atau SRU untuk memperluas jangkauan pencarian. SRU pertama menyisir jalur darat ke arah utara menuju lokasi kejadian dari Lara 1 sejauh sekitar tiga kilometer.

Sementara SRU kedua melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Rongkong menggunakan perahu karet dan perahu nelayan.

BACA JUGA:  Polisi Ringkus Dua Terduga Pembusur Petani di Masamba, Satu Pelaku Masih Pelajar

Tim memeriksa sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban, terutama sisi kanan sungai dari arah Lara 1 menuju titik kejadian.

“Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) agar pencarian dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau area yang lebih luas,” kata Arhamdiansyah, Senin (15/6/2026) sore.

Risiko Sungai Meningkat Setelah Tanggul Jebol

Pencarian Firman berlangsung di tengah kondisi Sungai Rongkong yang belum stabil. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Luwu Utara dilanda banjir setelah tanggul di Kecamatan Baebunta Selatan dilaporkan jebol pada Jumat (12/6/2026).

Banjir tersebut membuat debit air meningkat dan merendam sejumlah permukiman warga. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pencarian korban bukan hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga berhadapan langsung dengan dampak banjir yang masih terasa di lapangan.

“Kondisi sungai masih cukup deras sehingga pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan personel. Namun, upaya pencarian tetap dimaksimalkan di seluruh area yang dicurigai,” ujar Arhamdiansyah.

BACA JUGA:  Kasus Mahasiswi Hilang di Soppeng Terbongkar, Korban Tewas Dibunuh, Terduga Pelaku Diringkus

Hingga Senin sore, pencarian Firman masih nihil. Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 17.00 Wita dan dijadwalkan dilanjutkan pada Selasa (16/6/2026).

“Hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil dan korban belum ditemukan. Besok pencarian akan kembali dilanjutkan dengan evaluasi area yang sudah disisir dan kemungkinan memperluas jangkauan pencarian,” katanya.

Kasus hilangnya Firman menjadi perhatian karena terjadi saat kondisi Sungai Rongkong masih terdampak banjir.

Selain pencarian korban, situasi ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan warga di sekitar aliran sungai, terutama ketika debit air meningkat dan arus membawa material berbahaya.

SulawesiPos.com – Pencarian Firman (24), warga Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, belum membuahkan hasil setelah korban dilaporkan hilang saat menyeberangi Sungai Rongkong, Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. Operasi SAR terkendala arus deras dan debit air yang meningkat pascabanjir.

Tim SAR gabungan masih menyisir sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban. Namun, kondisi Sungai Rongkong yang berarus kuat membuat proses pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Material banjir seperti lumpur dan batang kayu yang terbawa arus turut menambah risiko bagi personel di lapangan.

Komandan Pos Unit Siaga SAR Masamba, Arhamdiansyah, mengatakan tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit atau SRU untuk memperluas jangkauan pencarian. SRU pertama menyisir jalur darat ke arah utara menuju lokasi kejadian dari Lara 1 sejauh sekitar tiga kilometer.

Sementara SRU kedua melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Rongkong menggunakan perahu karet dan perahu nelayan.

BACA JUGA:  Kasus Mahasiswi Hilang di Soppeng Terbongkar, Korban Tewas Dibunuh, Terduga Pelaku Diringkus

Tim memeriksa sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban, terutama sisi kanan sungai dari arah Lara 1 menuju titik kejadian.

“Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) agar pencarian dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau area yang lebih luas,” kata Arhamdiansyah, Senin (15/6/2026) sore.

Risiko Sungai Meningkat Setelah Tanggul Jebol

Pencarian Firman berlangsung di tengah kondisi Sungai Rongkong yang belum stabil. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Luwu Utara dilanda banjir setelah tanggul di Kecamatan Baebunta Selatan dilaporkan jebol pada Jumat (12/6/2026).

Banjir tersebut membuat debit air meningkat dan merendam sejumlah permukiman warga. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pencarian korban bukan hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga berhadapan langsung dengan dampak banjir yang masih terasa di lapangan.

“Kondisi sungai masih cukup deras sehingga pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan personel. Namun, upaya pencarian tetap dimaksimalkan di seluruh area yang dicurigai,” ujar Arhamdiansyah.

BACA JUGA:  Petani Muda di Masamba Jadi Korban Pembusuran, Bahu Kanan Tertancap Anak Busur

Hingga Senin sore, pencarian Firman masih nihil. Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 17.00 Wita dan dijadwalkan dilanjutkan pada Selasa (16/6/2026).

“Hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil dan korban belum ditemukan. Besok pencarian akan kembali dilanjutkan dengan evaluasi area yang sudah disisir dan kemungkinan memperluas jangkauan pencarian,” katanya.

Kasus hilangnya Firman menjadi perhatian karena terjadi saat kondisi Sungai Rongkong masih terdampak banjir.

Selain pencarian korban, situasi ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan warga di sekitar aliran sungai, terutama ketika debit air meningkat dan arus membawa material berbahaya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru