21 Gempa Susulan Guncang Palu-Sigi Usai Gempa M6,7, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

SulawesiPos.com – Sebanyak 21 gempa susulan mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya, Sulawesi Tengah, hingga Selasa (16/6/2026) pukul 13.53 Wita, setelah gempa utama magnitudo 6,7 terjadi pukul 11.27 Wita akibat aktivitas sesar aktif di darat 42 kilometer tenggara Palu.

Berdasarkan informasi BMKG yang dibagikan melalui grup Media Info BMKG, gempa susulan tersebut tercatat memiliki magnitudo bervariasi antara M2,9 hingga M5,1.

Aktivitas susulan ini terjadi setelah gempa utama yang berpusat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyebut gempa utama tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Meski kekuatannya cukup besar dan disusul puluhan gempa susulan, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Guncangan Terkuat Dirasakan di Palu dan Sigi

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap serta hasil observasi instrumentasi, gempa dirasakan paling kuat di Palu dengan skala intensitas VI-VII MMI.

BACA JUGA:  Enam Kecamatan di Makassar Terancam Kekeringan 2026, BPBD Siapkan Langkah Antisipasi Sejak Dini

Pada skala ini, guncangan dapat dirasakan kuat dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan tertentu.

Di Kabupaten Sigi, guncangan tercatat pada skala V-VI MMI. Sementara itu, getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah lain dengan intensitas lebih ringan, seperti Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, dan Pasangkayu pada skala III MMI.

Guncangan juga dilaporkan terasa di Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, dan Luwu Utara dengan skala II-III MMI.

Berikut detail estimasi peta tingkat guncangan:

  1. ⁠Skala intensitas VI-VII MMI di Palu
  2. Skala intensitas V-VI MMI di Sigi
  3. ⁠Skala intensitas III MMI di Polewalimandar, Mamasa, Mamuju, Pasangkayu
  4. Skala intensitas II-III MMI di Pinrang,  Pare-Pare, Pohuwatu, Boalemo, Kab, Gorontalo Utara, Kab. Gorontalo, Luwu Utara

BMKG sebelumnya mencatat hingga pukul 12.20 Wita telah terjadi 9 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,1. Jumlah itu kemudian bertambah menjadi 21 kali gempa susulan hingga pukul 13.53 Wita.

BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan, dampak kerusakan, serta menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan, media, dan masyarakat.

BACA JUGA:  Peringatan Dini Hujan Lebat di Sulsel Sore Ini, Gowa-Bantaeng Waspada Angin Kencang!

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian imbauan BMKG.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Warga diimbau memastikan bangunan tempat tinggal tetap aman dan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan struktur sebelum kembali masuk ke rumah.

SulawesiPos.com – Sebanyak 21 gempa susulan mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya, Sulawesi Tengah, hingga Selasa (16/6/2026) pukul 13.53 Wita, setelah gempa utama magnitudo 6,7 terjadi pukul 11.27 Wita akibat aktivitas sesar aktif di darat 42 kilometer tenggara Palu.

Berdasarkan informasi BMKG yang dibagikan melalui grup Media Info BMKG, gempa susulan tersebut tercatat memiliki magnitudo bervariasi antara M2,9 hingga M5,1.

Aktivitas susulan ini terjadi setelah gempa utama yang berpusat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyebut gempa utama tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Meski kekuatannya cukup besar dan disusul puluhan gempa susulan, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Guncangan Terkuat Dirasakan di Palu dan Sigi

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap serta hasil observasi instrumentasi, gempa dirasakan paling kuat di Palu dengan skala intensitas VI-VII MMI.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Pada skala ini, guncangan dapat dirasakan kuat dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan tertentu.

Di Kabupaten Sigi, guncangan tercatat pada skala V-VI MMI. Sementara itu, getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah lain dengan intensitas lebih ringan, seperti Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, dan Pasangkayu pada skala III MMI.

Guncangan juga dilaporkan terasa di Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, dan Luwu Utara dengan skala II-III MMI.

Berikut detail estimasi peta tingkat guncangan:

  1. ⁠Skala intensitas VI-VII MMI di Palu
  2. Skala intensitas V-VI MMI di Sigi
  3. ⁠Skala intensitas III MMI di Polewalimandar, Mamasa, Mamuju, Pasangkayu
  4. Skala intensitas II-III MMI di Pinrang,  Pare-Pare, Pohuwatu, Boalemo, Kab, Gorontalo Utara, Kab. Gorontalo, Luwu Utara

BMKG sebelumnya mencatat hingga pukul 12.20 Wita telah terjadi 9 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,1. Jumlah itu kemudian bertambah menjadi 21 kali gempa susulan hingga pukul 13.53 Wita.

BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan, dampak kerusakan, serta menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan, media, dan masyarakat.

BACA JUGA:  Gempa M7,6 Guncang Pulau Batang Dua Ternate, BMKG Nyatakan Berpotensi Tsunami

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian imbauan BMKG.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Warga diimbau memastikan bangunan tempat tinggal tetap aman dan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan struktur sebelum kembali masuk ke rumah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru