SulawesiPos.com – Apresiasi terhadap kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menjaga stabilitas harga komoditas pertanian dan peternakan disampaikan sejumlah anggota Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI yang membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2027 di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menjadi salah satu yang menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Kementerian Pertanian dalam merespons persoalan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang selama ini menjadi perhatian para pekebun.
Menurut Alex, berbagai upaya koordinasi dan langkah strategis yang dilakukan Kementerian Pertanian mulai menunjukkan hasil positif di lapangan.
“Terima kasih Pak Mentan, harga TBS sawit sekarang sudah merangkak naik,” ujar Alex.
Ia menilai respons cepat pemerintah sangat penting untuk menjaga stabilitas usaha pertanian dan perkebunan, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dan pekebun dalam menjalankan usahanya.
“Kehadiran pemerintah yang sigap dan responsif sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas usaha pertanian sekaligus melindungi kesejahteraan petani,” ujar Alex.

Senada dengan Alex, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Herry Dermawan, juga mengapresiasi kepemimpinan Mentan Amran yang dinilai tegas dan responsif dalam menangani berbagai persoalan sektor pertanian dan peternakan.
Menurutnya, langkah cepat yang diambil Mentan Amran berhasil mendorong perbaikan harga sejumlah komoditas yang sebelumnya mengalami tekanan di tingkat petani dan peternak.
“Kita lihat saat persoalan harga TBS sawit dibahas dalam rapat, tidak lama kemudian harga mulai membaik. Kemarin Pak Mentan hanya dua kali rapat terkait sawit, hari ini harganya sudah naik. Inilah yang kami harapkan, bagaimana pemerintah hadir dan cepat merespons persoalan yang dihadapi pelaku usaha pertanian,” ujar Herry.
Selain itu, Herry menilai ketegasan Mentan Amran juga terlihat dalam penanganan anjloknya harga telur dan ayam hidup yang sempat dikeluhkan para peternak.
“Terima kasih Pak Menteri. Ketegasan Bapak terlihat dalam penanganan anjloknya harga telur dan ayam hidup yang sempat dikeluhkan para peternak,” katanya.
Ia mengungkapkan, berbagai langkah yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satunya terlihat dari membaiknya harga telur ayam ras di tingkat peternak.
“Saya mendapat banyak aspirasi dari peternak ayam petelur. Sebulan terakhir harga sempat jatuh, tetapi dalam dua hari terakhir mulai membaik. Terima kasih Pak Menteri dan jajaran Kementan yang bergerak cepat,” ujarnya.
Menurut Herry, harga telur yang sebelumnya berada pada kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram kini mulai meningkat menjadi sekitar Rp23.000 per kilogram, bahkan di sejumlah daerah telah mencapai Rp24.000 per kilogram.
“Hari ini harga telur sudah naik. Mudah-mudahan terus membaik hingga mencapai sekitar Rp26.000 per kilogram sehingga peternak kembali memperoleh margin usaha yang sehat,” katanya.
Perbaikan serupa juga terjadi pada komoditas ayam pedaging. Herry menyebut harga ayam hidup yang sempat terpuruk hingga Rp12.000 per kilogram kini telah naik ke kisaran Rp16.000 per kilogram.
“Peternak ayam pedaging sempat sangat terpukul karena harga jauh di bawah biaya produksi. Alhamdulillah sekarang sudah mulai naik. Mudah-mudahan minggu depan bisa mencapai Rp21.000 per kilogram,” ujarnya.
Herry menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan para pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan.
“Tugas Kementan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan ekonomi para pelaku di bidang pertanian. Ketika petani dan peternak sejahtera, pembangunan pertanian akan semakin kuat dan berkelanjutan,” tutup Herry.


