Overview
- 356 warga Makassar mengungsi akibat banjir dan angin kencang dampak cuaca ekstrem.
- BPBD bersama OPD terkait menyiapkan logistik dan layanan kesehatan di lokasi pengungsian.
- Warga diimbau waspada terhadap potensi banjir dan pohon tumbang.
SulawesiPos.com – Sebanyak 356 warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat banjir dan angin kencang yang dipicu curah hujan tinggi selama dua hari terakhir.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahir, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Biringkanaya, sehingga warga harus meninggalkan rumah mereka sementara waktu.
“Pengungsi sementara tercatat sebanyak 97 kepala keluarga atau 356 jiwa yang tersebar di lima titik lokasi pengungsian,” ujar Fadli.
Ia menjelaskan, BPBD Makassar bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan juga dikerahkan untuk memberikan layanan kesehatan serta melakukan pemantauan kondisi warga di lokasi pengungsian.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu angin kencang yang terjadi di 29 titik dan menyebabkan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan serta kawasan permukiman.
Tercatat satu unit rumah warga mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
Fadli menambahkan, penanganan bencana dilakukan secara terpadu oleh Tim Reaksi Cepat BPBD bersama DLH, Damkarmat, Dinas PU, TNI/Polri, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menghindari daerah rawan genangan dan pohon tumbang, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” kata Fadli.

