Mentan Amran Beri Kuliah Umum di UNM, Motivasi Mahasiswa: Kesuksesan Berawal dari Perubahan Mindset

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., memberikan motivasi kepada mahasiswa, khususnya calon guru, dalam Kuliah Umum bertajuk Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang Berkelanjutan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Theater Lantai 2 Menara Pinisi UNM, Rabu (3/6/2026), dan dihadiri civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dalam kesempatan itu, Amran menekankan pentingnya pola pikir atau mindset dalam menentukan kesuksesan seseorang. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak membatasi diri dengan stigma atau anggapan yang berkembang di masyarakat mengenai profesi tertentu.

“Maaf anak-anakku yang tercinta, Anda profesi guru yang paling mulia. Coba, biasanya ada slogan macam-macam dan seterusnya, kalau guru itu, maaf, tidak bisa kaya. Kalau pegawai tidak bisa kaya, kalau pengusaha tidak sekolah, kalau birokrat itu tidak bisa kaya,” ujarnya.

Menurut Amran, kesuksesan tidak ditentukan oleh profesi semata, melainkan oleh kemauan untuk berkembang dan berprestasi di bidang yang ditekuni.

BACA JUGA:  Jadi Salah Satu Pelayat Pertama, Mentan Amran Kenang Sosok Haerul Saleh: Tenang dan Berdedikasi Tinggi

“Aku mencoba, apa benar? Jadi kami sekarang birokrat sudah 22 tahun, dosen 14 tahun, pengusaha mungkin kurang lebih 15–20 tahun, dalam waktu yang bersamaan, dan kami selalu ingin terdepan di tiga sektor itu, dan ternyata bisa. Cuma mindset kita, ‘Ah memang hidupku sudah begini, ah memang saya kan cuma guru. Ah saya cuma pegawai.’ Jadi takut pada ketakutannya sendiri. Ini persoalan karakter, persoalan mindset,” kata Menteri Pertanian.

Amran juga menyinggung pentingnya perubahan dari dalam institusi untuk mencapai kemajuan. Menurutnya, perubahan tidak akan terjadi jika hanya menunggu pihak lain bergerak terlebih dahulu.

“Tidak berubah nasibnya UNM kalau bukan UNM yang mengubah sendiri, tunggu siapa? Itu jauh lebih mulia bergerak dari dalam daripada berteriak, membuat narasi, padahal mengurus dirinya sendiri tidak sanggup. Ini yang menjadi masalah besar kita. Maaf, kadang ilmu sudah tinggi, adabnya yang kurang,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Amran turut mengutip pernyataan ilmuwan dunia Albert Einstein terkait pentingnya perubahan cara berpikir dan bertindak yakni ‘Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.’

“Jadi, dia bekerja kemarin, hari ini, besok sama saja, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda (sama saja) orang gila,” ujarnya.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Tepuk-tepuk Pundak Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Acara Panen Raya

Selain itu, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak dalam sikap sombong meski telah memiliki ilmu, jabatan, kekayaan, maupun kedudukan sosial yang tinggi.

“Biasanya ada empat orang sombong. Dia sudah menganggap dirinya pintar, berilmu S2, S3. Kemudian dia kaya raya, dia kira dunia miliknya. Yang berikutnya dia pejabat. Yang keempat, dia ulama, dia kira dia punya surga,” kata Amran.

Ia menegaskan bahwa pejabat, kaum intelektual, para pengusaha atau kalangan kaya, serta ulama perlu berkolaborasi dan bersinergi dalam upaya memajukan Republik Indonesia.

Menteri Pertanian kembali mengajak mahasiswa untuk berani berubah demi meraih kesuksesan yang lebih besar.

Clear. Mau sukses, berubah. Change your mindset, you can change your life,” ujarnya.

Ia juga memberikan analogi tentang proses pembentukan berlian sebagai gambaran perjuangan yang harus dilalui seseorang untuk mencapai kemuliaan dan kesuksesan.

“Jadilah seperti berlian, ditempa di suhu 3.500°C. Berlian terbentuk dari tekanan dan suhu tinggi. Ia tidak menjadi indah tanpa proses yang berat. Demikian pula seorang manusia, kemuliaannya lahir dari kesabaran, tanggung jawab, dan keteguhan iman,” ucapnya.

BACA JUGA:  Mentan Amran Tunjukkan Kepedulian, Serahkan Santunan untuk Keluarga Prajurit Marinir yang Gugur

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., memberikan motivasi kepada mahasiswa, khususnya calon guru, dalam Kuliah Umum bertajuk Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang Berkelanjutan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Theater Lantai 2 Menara Pinisi UNM, Rabu (3/6/2026), dan dihadiri civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dalam kesempatan itu, Amran menekankan pentingnya pola pikir atau mindset dalam menentukan kesuksesan seseorang. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak membatasi diri dengan stigma atau anggapan yang berkembang di masyarakat mengenai profesi tertentu.

“Maaf anak-anakku yang tercinta, Anda profesi guru yang paling mulia. Coba, biasanya ada slogan macam-macam dan seterusnya, kalau guru itu, maaf, tidak bisa kaya. Kalau pegawai tidak bisa kaya, kalau pengusaha tidak sekolah, kalau birokrat itu tidak bisa kaya,” ujarnya.

Menurut Amran, kesuksesan tidak ditentukan oleh profesi semata, melainkan oleh kemauan untuk berkembang dan berprestasi di bidang yang ditekuni.

BACA JUGA:  Prof Andi M Syakir Dorong Perbanyak Sudagar untuk Akselerasi Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

“Aku mencoba, apa benar? Jadi kami sekarang birokrat sudah 22 tahun, dosen 14 tahun, pengusaha mungkin kurang lebih 15–20 tahun, dalam waktu yang bersamaan, dan kami selalu ingin terdepan di tiga sektor itu, dan ternyata bisa. Cuma mindset kita, ‘Ah memang hidupku sudah begini, ah memang saya kan cuma guru. Ah saya cuma pegawai.’ Jadi takut pada ketakutannya sendiri. Ini persoalan karakter, persoalan mindset,” kata Menteri Pertanian.

Amran juga menyinggung pentingnya perubahan dari dalam institusi untuk mencapai kemajuan. Menurutnya, perubahan tidak akan terjadi jika hanya menunggu pihak lain bergerak terlebih dahulu.

“Tidak berubah nasibnya UNM kalau bukan UNM yang mengubah sendiri, tunggu siapa? Itu jauh lebih mulia bergerak dari dalam daripada berteriak, membuat narasi, padahal mengurus dirinya sendiri tidak sanggup. Ini yang menjadi masalah besar kita. Maaf, kadang ilmu sudah tinggi, adabnya yang kurang,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Amran turut mengutip pernyataan ilmuwan dunia Albert Einstein terkait pentingnya perubahan cara berpikir dan bertindak yakni ‘Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.’

“Jadi, dia bekerja kemarin, hari ini, besok sama saja, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda (sama saja) orang gila,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kementan Siapkan Rp1,49 T dan Ajukan Tambahan Rp5,1 T untuk Pulihkan Pertanian Sumatera Pasca Bencana

Selain itu, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak dalam sikap sombong meski telah memiliki ilmu, jabatan, kekayaan, maupun kedudukan sosial yang tinggi.

“Biasanya ada empat orang sombong. Dia sudah menganggap dirinya pintar, berilmu S2, S3. Kemudian dia kaya raya, dia kira dunia miliknya. Yang berikutnya dia pejabat. Yang keempat, dia ulama, dia kira dia punya surga,” kata Amran.

Ia menegaskan bahwa pejabat, kaum intelektual, para pengusaha atau kalangan kaya, serta ulama perlu berkolaborasi dan bersinergi dalam upaya memajukan Republik Indonesia.

Menteri Pertanian kembali mengajak mahasiswa untuk berani berubah demi meraih kesuksesan yang lebih besar.

Clear. Mau sukses, berubah. Change your mindset, you can change your life,” ujarnya.

Ia juga memberikan analogi tentang proses pembentukan berlian sebagai gambaran perjuangan yang harus dilalui seseorang untuk mencapai kemuliaan dan kesuksesan.

“Jadilah seperti berlian, ditempa di suhu 3.500°C. Berlian terbentuk dari tekanan dan suhu tinggi. Ia tidak menjadi indah tanpa proses yang berat. Demikian pula seorang manusia, kemuliaannya lahir dari kesabaran, tanggung jawab, dan keteguhan iman,” ucapnya.

BACA JUGA:  Stok Pupuk Tak Terganggu Konflik Selat Hormuz, Bukti Arahan Presiden dan Mentan Amran Sangat Tepat

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru