Baru Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Diminta Waspadai 7 Gejala Penyakit Ini

SulawesiPos.com — Sebelum prosesi serah terima jemaah haji kloter 4 di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, Rabu (3/6), Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar memberikan penyuluhan singkat mengenai gejala penyakit yang patut diwaspadai oleh para jemaah haji saat tiba di tanah air.

Penyuluhan singkat tersebut menjelaskan tentang pentingnya Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) sebagai instrumen deteksi dini penyakit menular yang berpotensi terbawa dari luar negeri.

Petugas BBKK Makassar, dr. Muhammad Haskar Hasan menjelaskan, setiap jemaah haji wajib memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari setelah tiba di tanah air. Masa tersebut merupakan periode inkubasi sejumlah penyakit menular yang perlu diwaspadai.

Dalam penyuluhan itu, jemaah diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tertentu. Kartu K3JH harus dibawa saat berobat agar tenaga kesehatan dapat melakukan penanganan lebih cepat dan tepat.

Adapun tujuh gejala utama yang diminta untuk diwaspadai yakni demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, serta diare.

BACA JUGA:  Jemaah Haji Kloter 4 Debarkasi Makassar Tiba, Satu Jemaah Wajo Masih Dirawat di Makkah

Selain itu, petugas juga mengingatkan jemaah terhadap gejala serius seperti kaku kuduk atau leher dan munculnya lesi maupun ruam pada kulit. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi berbahaya seperti meningitis atau penyakit menular lainnya.

“Kaku kuduk bukan sekadar pegal biasa. Jika disertai demam tinggi, sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran, atau ruam kemerahan di kulit, jemaah harus segera mendapat pertolongan medis,” jelas dr. Haskar.

BBKK Makassar menegaskan bahwa K3JH bukan sekadar kartu administrasi, melainkan alat pemantauan kesehatan yang sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit setelah kepulangan jemaah dari Arab Saudi.

Jemaah juga diimbau tetap menerapkan perilaku hidup sehat dengan menggunakan masker saat batuk, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan, serta segera berobat apabila mengalami keluhan kesehatan.

Penyuluhan kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian penerimaan jemaah haji Debarkasi Makassar guna memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau setelah kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat. (mn Abdurrahman).

BACA JUGA:  Kloter Perdana Haji 2026 Tiba di Makassar, 391 Jemaah Pulang Selamat dari Tanah Suci

SulawesiPos.com — Sebelum prosesi serah terima jemaah haji kloter 4 di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, Rabu (3/6), Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar memberikan penyuluhan singkat mengenai gejala penyakit yang patut diwaspadai oleh para jemaah haji saat tiba di tanah air.

Penyuluhan singkat tersebut menjelaskan tentang pentingnya Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) sebagai instrumen deteksi dini penyakit menular yang berpotensi terbawa dari luar negeri.

Petugas BBKK Makassar, dr. Muhammad Haskar Hasan menjelaskan, setiap jemaah haji wajib memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari setelah tiba di tanah air. Masa tersebut merupakan periode inkubasi sejumlah penyakit menular yang perlu diwaspadai.

Dalam penyuluhan itu, jemaah diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tertentu. Kartu K3JH harus dibawa saat berobat agar tenaga kesehatan dapat melakukan penanganan lebih cepat dan tepat.

Adapun tujuh gejala utama yang diminta untuk diwaspadai yakni demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, serta diare.

BACA JUGA:  Kloter Perdana Haji 2026 Tiba di Makassar, 391 Jemaah Pulang Selamat dari Tanah Suci

Selain itu, petugas juga mengingatkan jemaah terhadap gejala serius seperti kaku kuduk atau leher dan munculnya lesi maupun ruam pada kulit. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi berbahaya seperti meningitis atau penyakit menular lainnya.

“Kaku kuduk bukan sekadar pegal biasa. Jika disertai demam tinggi, sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran, atau ruam kemerahan di kulit, jemaah harus segera mendapat pertolongan medis,” jelas dr. Haskar.

BBKK Makassar menegaskan bahwa K3JH bukan sekadar kartu administrasi, melainkan alat pemantauan kesehatan yang sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit setelah kepulangan jemaah dari Arab Saudi.

Jemaah juga diimbau tetap menerapkan perilaku hidup sehat dengan menggunakan masker saat batuk, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan, serta segera berobat apabila mengalami keluhan kesehatan.

Penyuluhan kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian penerimaan jemaah haji Debarkasi Makassar guna memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau setelah kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat. (mn Abdurrahman).

BACA JUGA:  Jemaah Haji Kloter 4 Debarkasi Makassar Tiba, Satu Jemaah Wajo Masih Dirawat di Makkah

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru