Pemprov Sulsel Siapkan Rp1 Miliar untuk Pulihkan Layanan RSUD Syekh Yusuf Pasca Kebakaran

SulawesiPos.com – Upaya pemulihan layanan kesehatan di RSUD Syekh Yusuf Gowa mulai mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengumumkan bantuan senilai Rp1 miliar yang akan digunakan untuk mempercepat penanganan dampak kebakaran yang terjadi di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Komitmen bantuan itu disampaikan setelah Andi Sudirman meninjau langsung kondisi sejumlah fasilitas yang terdampak.

Dalam kunjungannya, ia memastikan proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas meskipun sebagian sarana rumah sakit mengalami gangguan akibat insiden tersebut.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan dasar mengharuskan langkah pemulihan dilakukan sesegera mungkin.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi mengambil peran untuk membantu mempercepat perbaikan fasilitas yang terdampak agar aktivitas pelayanan dapat kembali berjalan normal.

“Kami menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk dukungan percepatan pemulihan fasilitas yang terdampak,” katanya dikutip Senin (1/5/2026).

Kebakaran sebelumnya dilaporkan mengenai beberapa dua gedung rumah sakit.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Salat Idul Adha di Masjid 99 Kubah Bersama Ribuan Jemaah

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh pasien yang berada di rumah sakit juga tetap mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan seluruh pasien tetap mendapatkan penanganan yang baik,” tambahnya.

Selain menyalurkan bantuan, Gubernur Sulsel mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan gedung dan prosedur penanganan keadaan darurat di fasilitas publik.

Langkah itu dinilai penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi kejadian serupa di masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari pengelolaan rumah sakit, baik dari sisi sarana pendukung maupun sumber daya manusia yang bertugas menghadapi kondisi darurat.

SulawesiPos.com – Upaya pemulihan layanan kesehatan di RSUD Syekh Yusuf Gowa mulai mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengumumkan bantuan senilai Rp1 miliar yang akan digunakan untuk mempercepat penanganan dampak kebakaran yang terjadi di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Komitmen bantuan itu disampaikan setelah Andi Sudirman meninjau langsung kondisi sejumlah fasilitas yang terdampak.

Dalam kunjungannya, ia memastikan proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas meskipun sebagian sarana rumah sakit mengalami gangguan akibat insiden tersebut.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan dasar mengharuskan langkah pemulihan dilakukan sesegera mungkin.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi mengambil peran untuk membantu mempercepat perbaikan fasilitas yang terdampak agar aktivitas pelayanan dapat kembali berjalan normal.

“Kami menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk dukungan percepatan pemulihan fasilitas yang terdampak,” katanya dikutip Senin (1/5/2026).

Kebakaran sebelumnya dilaporkan mengenai beberapa dua gedung rumah sakit.

BACA JUGA:  Cegah Praktik Korupsi, Pemkab Bone Siap Terapkan Integrasi Layanan Pertanahan

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh pasien yang berada di rumah sakit juga tetap mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan seluruh pasien tetap mendapatkan penanganan yang baik,” tambahnya.

Selain menyalurkan bantuan, Gubernur Sulsel mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan gedung dan prosedur penanganan keadaan darurat di fasilitas publik.

Langkah itu dinilai penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi kejadian serupa di masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari pengelolaan rumah sakit, baik dari sisi sarana pendukung maupun sumber daya manusia yang bertugas menghadapi kondisi darurat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru