Rumah Pelaku Pembunuhan Penjual Ikan di Gowa Dirusak Massa, Polisi Pasang Garis Polisi

SulawesiPos.com – Rumah milik JL (57), terduga pelaku pembunuhan seorang penjual ikan keliling di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi sasaran amuk massa pada Jumat (29/5/2026).

Akibat aksi tersebut, bangunan yang berada di Dusun Ana’sappu, Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, mengalami kerusakan cukup parah.

Sejumlah bagian rumah dilaporkan dirusak, termasuk berbagai barang yang berada di dalamnya.

Saat aparat kepolisian tiba di lokasi, kelompok yang melakukan perusakan telah meninggalkan tempat kejadian.

Kapolsek Bontonompo, AKP Zulkarnaim mengatakan pihaknya langsung melakukan pengamanan dan penyelidikan setelah menerima laporan terkait insiden tersebut.

“Rumah yang dirusak ini adalah rumah terduga pelaku kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” bebernya.

Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi guna kepentingan penyelidikan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.

Sejumlah personel juga disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Menurut Zulkarnaim, identitas pelaku perusakan maupun motif pasti aksi tersebut masih dalam proses pendalaman.

BACA JUGA:  Pelaku Pembacokan Penjual Ikan Keliling di Gowa Menyerahkan Diri ke Polisi Sambil Bawa Parang

Namun, dugaan sementara mengarah pada reaksi warga yang masih terpukul atas kasus pembunuhan yang menewaskan seorang penjual ikan beberapa hari sebelumnya.

Dipicu Kasus Pembunuhan Sesama Penjual Ikan

Kasus yang menjadi sorotan tersebut bermula dari tewasnya SL (60), seorang penjual ikan keliling di Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, pada Senin (25/5/2026).

Korban ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka akibat senjata tajam. Polisi menduga korban dibacok oleh JL yang juga diketahui berprofesi sebagai penjual ikan.

Secara terpisah, Kapolsek Bajeng AKP Wahhab Beta mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban dan terduga pelaku diduga memiliki persoalan pribadi yang telah berlangsung cukup lama.

Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, keduanya disebut sempat terlibat pertengkaran.

Polisi juga menduga pelaku mengikuti korban sebelum akhirnya terjadi aksi penganiayaan yang berujung maut.

SulawesiPos.com – Rumah milik JL (57), terduga pelaku pembunuhan seorang penjual ikan keliling di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi sasaran amuk massa pada Jumat (29/5/2026).

Akibat aksi tersebut, bangunan yang berada di Dusun Ana’sappu, Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, mengalami kerusakan cukup parah.

Sejumlah bagian rumah dilaporkan dirusak, termasuk berbagai barang yang berada di dalamnya.

Saat aparat kepolisian tiba di lokasi, kelompok yang melakukan perusakan telah meninggalkan tempat kejadian.

Kapolsek Bontonompo, AKP Zulkarnaim mengatakan pihaknya langsung melakukan pengamanan dan penyelidikan setelah menerima laporan terkait insiden tersebut.

“Rumah yang dirusak ini adalah rumah terduga pelaku kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” bebernya.

Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi guna kepentingan penyelidikan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.

Sejumlah personel juga disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Menurut Zulkarnaim, identitas pelaku perusakan maupun motif pasti aksi tersebut masih dalam proses pendalaman.

BACA JUGA:  Tragis! Penjual Ikan Keliling di Gowa Tewas Dibacok Sesama Pedagang

Namun, dugaan sementara mengarah pada reaksi warga yang masih terpukul atas kasus pembunuhan yang menewaskan seorang penjual ikan beberapa hari sebelumnya.

Dipicu Kasus Pembunuhan Sesama Penjual Ikan

Kasus yang menjadi sorotan tersebut bermula dari tewasnya SL (60), seorang penjual ikan keliling di Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, pada Senin (25/5/2026).

Korban ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka akibat senjata tajam. Polisi menduga korban dibacok oleh JL yang juga diketahui berprofesi sebagai penjual ikan.

Secara terpisah, Kapolsek Bajeng AKP Wahhab Beta mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban dan terduga pelaku diduga memiliki persoalan pribadi yang telah berlangsung cukup lama.

Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, keduanya disebut sempat terlibat pertengkaran.

Polisi juga menduga pelaku mengikuti korban sebelum akhirnya terjadi aksi penganiayaan yang berujung maut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru