SulawesiPos.com – Sebanyak delapan warga sipil yang berprofesi sebagai pendulang emas di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua, diduga menjadi korban pembunuhan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Menyikapi kejadian tersebut, Komando Operasi TNI Habema telah menyiapkan kekuatan personel untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
Delapan warga sipil tersebut dituding oleh kelompok OPM sebagai mata-mata aparat keamanan, sehingga menjadi sasaran kekerasan.
“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna melalui siaran pers, Kamis (21/5).
Kronologi dan Langkah TNI
Wirya menjelaskan, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Rabu (20/5). Para pelaku diduga merupakan anggota kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Mayor Kopitua Heluka, bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.
Usai melakukan aksi pembunuhan terhadap delapan warga sipil, kelompok OPM tersebut dilaporkan melarikan diri ke wilayah lain.
Untuk memburu para pelaku, Koops Habema telah menyiapkan pasukan tambahan serta dukungan helikopter guna mempercepat proses pengejaran.
Selain memburu pelaku, aparat TNI juga berfokus pada upaya evakuasi jenazah para korban yang menjadi sasaran tindakan kekerasan tersebut.
“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” kata Wirya.
Ia menambahkan, patroli dan pengamanan akan ditingkatkan secara intensif di wilayah Yahukimo guna menjamin keamanan masyarakat setempat serta mencegah terulangnya kejadian serupa.

