Presiden Prabowo Sebut Indonesia Kini Jadi Tumpuan Dunia, Surplus Pupuk dan Swasembada Pangan Perkuat Posisi Bangsa

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berhasil membuktikan ketangguhannya menghadapi berbagai krisis global, khususnya pada sektor pangan. Di tengah ketidakpastian dunia akibat konflik geopolitik, perubahan iklim, pandemi, hingga gangguan rantai pasok global, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan pangannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Rabu (20/5/2026).

“Kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara, Indonesia masih tenang. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita tenang. Kita punya kemampuan,” kata Presiden.

Menurut Presiden, ketahanan nasional yang terus menguat menjadi modal penting bagi Indonesia menuju negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia. Berbagai lembaga dan institusi internasional bahkan memproyeksikan Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat atau kelima dunia pada 2045.

“Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045 yang hanya 19 tahun lagi, Indonesia akan menjadi ekonomi kelima bahkan keempat terbesar di dunia. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Perancis, Italia,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Kementan Tegaskan Komitmen Lindungi Peternak Nasional di Tengah Dinamika Perdagangan Global

Presiden menilai sektor pangan dan pertanian memegang peranan penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Bahkan, Indonesia kini mulai menjadi rujukan dan mitra bagi sejumlah negara melalui penguatan produksi pupuk nasional.

“Sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih,” ujarnya.

Presiden mengungkapkan Indonesia telah membantu kebutuhan pupuk sejumlah negara seperti Australia, India, Brazil, dan Filipina.

“Bayangkan Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri,” lanjutnya.

Meski demikian, Presiden menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, termasuk pembenahan tata kelola ekonomi dan penguatan pengawasan terhadap berbagai bentuk penyelewengan.

“Kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa,” tegasnya.

Presiden menjelaskan, pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai potensi krisis global, terutama pada sektor pangan. Pengalaman pandemi Covid-19, perang, hingga kebijakan pembatasan ekspor pangan oleh negara produsen menjadi pelajaran penting bagi Indonesia.

BACA JUGA: 
Presiden Indonesia Kembali ke WEF, Prabowo Siap Paparkan 'Prabowonomics' di Panggung Utama Davos

“Karena itu saya canangkan program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan,” katanya.

Presiden pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran pertanian atas percepatan pencapaian target swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah saya dibantu oleh tim pertanian saya yang luar biasa. Saya beri target empat tahun, mereka hasilkan swasembada dalam satu tahun,” ujarnya.

Capaian tersebut tercermin dari peningkatan produksi pangan nasional yang disebut tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, disertai lonjakan cadangan beras pemerintah yang kini telah melampaui 5,3 juta ton.

“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita tidak cukup, kita harus sewa gudang-gudang lain,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyoroti penguatan sektor pupuk nasional. Menurutnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga petani memperoleh akses pupuk yang lebih baik dan mencukupi.

“Kita juga sudah amankan produksi pupuk kita. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Mentan Amran Rangkul 118 Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia

Presiden menegaskan, keberhasilan tersebut perlu dijaga bersama dengan memastikan pupuk bersubsidi tidak diselewengkan maupun disalurkan tidak sesuai peruntukan.

“Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berhasil membuktikan ketangguhannya menghadapi berbagai krisis global, khususnya pada sektor pangan. Di tengah ketidakpastian dunia akibat konflik geopolitik, perubahan iklim, pandemi, hingga gangguan rantai pasok global, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan pangannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Rabu (20/5/2026).

“Kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara, Indonesia masih tenang. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita tenang. Kita punya kemampuan,” kata Presiden.

Menurut Presiden, ketahanan nasional yang terus menguat menjadi modal penting bagi Indonesia menuju negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia. Berbagai lembaga dan institusi internasional bahkan memproyeksikan Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat atau kelima dunia pada 2045.

“Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045 yang hanya 19 tahun lagi, Indonesia akan menjadi ekonomi kelima bahkan keempat terbesar di dunia. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Perancis, Italia,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Hadapi El Nino Ekstrem, Strategi Amran Dipuji DPR: Indonesia Siap Lawan Krisis Pangan

Presiden menilai sektor pangan dan pertanian memegang peranan penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Bahkan, Indonesia kini mulai menjadi rujukan dan mitra bagi sejumlah negara melalui penguatan produksi pupuk nasional.

“Sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih,” ujarnya.

Presiden mengungkapkan Indonesia telah membantu kebutuhan pupuk sejumlah negara seperti Australia, India, Brazil, dan Filipina.

“Bayangkan Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri,” lanjutnya.

Meski demikian, Presiden menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, termasuk pembenahan tata kelola ekonomi dan penguatan pengawasan terhadap berbagai bentuk penyelewengan.

“Kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa,” tegasnya.

Presiden menjelaskan, pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai potensi krisis global, terutama pada sektor pangan. Pengalaman pandemi Covid-19, perang, hingga kebijakan pembatasan ekspor pangan oleh negara produsen menjadi pelajaran penting bagi Indonesia.

BACA JUGA: 
Mentan Amran Rangkul 118 Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia

“Karena itu saya canangkan program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan,” katanya.

Presiden pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran pertanian atas percepatan pencapaian target swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah saya dibantu oleh tim pertanian saya yang luar biasa. Saya beri target empat tahun, mereka hasilkan swasembada dalam satu tahun,” ujarnya.

Capaian tersebut tercermin dari peningkatan produksi pangan nasional yang disebut tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, disertai lonjakan cadangan beras pemerintah yang kini telah melampaui 5,3 juta ton.

“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita tidak cukup, kita harus sewa gudang-gudang lain,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyoroti penguatan sektor pupuk nasional. Menurutnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga petani memperoleh akses pupuk yang lebih baik dan mencukupi.

“Kita juga sudah amankan produksi pupuk kita. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Habiburokhman Tinjau Gudang BULOG Sunter, Pastikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton

Presiden menegaskan, keberhasilan tersebut perlu dijaga bersama dengan memastikan pupuk bersubsidi tidak diselewengkan maupun disalurkan tidak sesuai peruntukan.

“Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru