24 C
Makassar
18 January 2026, 19:28 PM WITA

Konflik dengan Trump Memanas, Paus Leo XIV Kembali Kecam “Diplomasi Kekuatan” dan “Gairah Perang”

SulawesiPos.com – Ketegangan antara Vatikan dan Washington semakin memuncak setelah Paus Leo XIV kembali melontarkan kritik terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terutama terkait pendekatan diplomasi dan dinamika geopolitik global.

Sejak dilantik sebagai paus pada Mei lalu, Leo XIV telah menyampaikan sejumlah kritik terbuka dan tersirat terhadap perlakuan pemerintahan Trump terhadap migran dan arah kebijakan luar negeri AS, sebagaimana dilaporkan arabic.rt.com pada Jumat (9/1/2026).

Dalam pidato tahunan kepada korps diplomatik di Vatikan yang disiarkan secara luas, Paus Leo XIV mengecam “diplomasi berbasis kekuatan” dan “gairah untuk perang” sebagai ancaman bagi perdamaian dunia.

Meskipun tidak menyebut nama kepala negara secara eksplisit, pernyataan Paus itu dipandang sebagai sindiran tajam terhadap operasi militer AS di kawasan Karibia, terutama terkait krisis Venezuela, termasuk penahanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Paus Leo XIV menyatakan bahwa meningkatnya ketegangan di Laut Karibia serta sepanjang pesisir Pasifik Amerika Serikat merupakan sumber kekhawatiran besar bagi stabilitas kawasan dan perdamaian global.

Baca Juga: 
Raksasa Tambang Ma'aden Temukan Cadangan Emas Masif di Jantung Arab Saudi

Ia menyerukan penyelesaian damai melalui jalur politik yang mengutamakan kepentingan rakyat secara keseluruhan, bukan demi ambisi kekuasaan atau kepentingan kelompok tertentu.

Walaupun tidak menyebut secara langsung pergerakan terbaru Trump, Paus menegaskan bahwa pesannya sangat relevan bagi situasi di Venezuela menyusul perkembangan terakhir yang dinilai berbahaya.

Paus juga menekankan pentingnya menghormati kehendak rakyat Venezuela serta melindungi hak asasi manusia dan hak sipil demi masa depan yang stabil dan harmonis.

Pada Minggu, Leo XIV menegaskan bahwa Venezuela harus tetap menjadi negara merdeka, sambil menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi rakyatnya setelah serangan militer dan penangkapan Maduro oleh pasukan Amerika Serikat.

“Dengan hati yang penuh kecemasan, saya mengikuti perkembangan situasi di Venezuela,” kata Paus, sebagaimana dikutip arabic.rt.com edisi Jumat (9/1/2026).

SulawesiPos.com – Ketegangan antara Vatikan dan Washington semakin memuncak setelah Paus Leo XIV kembali melontarkan kritik terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terutama terkait pendekatan diplomasi dan dinamika geopolitik global.

Sejak dilantik sebagai paus pada Mei lalu, Leo XIV telah menyampaikan sejumlah kritik terbuka dan tersirat terhadap perlakuan pemerintahan Trump terhadap migran dan arah kebijakan luar negeri AS, sebagaimana dilaporkan arabic.rt.com pada Jumat (9/1/2026).

Dalam pidato tahunan kepada korps diplomatik di Vatikan yang disiarkan secara luas, Paus Leo XIV mengecam “diplomasi berbasis kekuatan” dan “gairah untuk perang” sebagai ancaman bagi perdamaian dunia.

Meskipun tidak menyebut nama kepala negara secara eksplisit, pernyataan Paus itu dipandang sebagai sindiran tajam terhadap operasi militer AS di kawasan Karibia, terutama terkait krisis Venezuela, termasuk penahanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Paus Leo XIV menyatakan bahwa meningkatnya ketegangan di Laut Karibia serta sepanjang pesisir Pasifik Amerika Serikat merupakan sumber kekhawatiran besar bagi stabilitas kawasan dan perdamaian global.

Baca Juga: 
Lirik Lagu Republik Fufufafa - Slank Lengkap, Download Mp3!

Ia menyerukan penyelesaian damai melalui jalur politik yang mengutamakan kepentingan rakyat secara keseluruhan, bukan demi ambisi kekuasaan atau kepentingan kelompok tertentu.

Walaupun tidak menyebut secara langsung pergerakan terbaru Trump, Paus menegaskan bahwa pesannya sangat relevan bagi situasi di Venezuela menyusul perkembangan terakhir yang dinilai berbahaya.

Paus juga menekankan pentingnya menghormati kehendak rakyat Venezuela serta melindungi hak asasi manusia dan hak sipil demi masa depan yang stabil dan harmonis.

Pada Minggu, Leo XIV menegaskan bahwa Venezuela harus tetap menjadi negara merdeka, sambil menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi rakyatnya setelah serangan militer dan penangkapan Maduro oleh pasukan Amerika Serikat.

“Dengan hati yang penuh kecemasan, saya mengikuti perkembangan situasi di Venezuela,” kata Paus, sebagaimana dikutip arabic.rt.com edisi Jumat (9/1/2026).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/