Harga Cabai hingga Bawang Naik di Bone, Omzet Pedagang Ikut Turun

SulawesiPos.com – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Bone, mulai membuat pedagang dan warga resah.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga kebutuhan dapur terus merangkak naik. Kondisi itu tak hanya membuat masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam, tetapi juga berdampak pada turunnya omzet para pedagang.

Pantauan media ini di Pasar Sentral Palakak, Minggu (17/5/2026), sejumlah komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan.

Harga cabai rawit masih bertahan di angka Rp50 ribu per kilogram. Bawang merah naik dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan serupa juga terjadi pada bawang putih yang kini dijual Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp45 ribu.

Sementara itu, bawang bombay masih stabil di harga Rp40 ribu per kilogram.

Tak hanya bumbu dapur, beberapa bahan makanan lainnya juga ikut mengalami kenaikan. Tempe bungkus kini dijual Rp20 ribu per bungkus dari sebelumnya Rp18 ribu. Harga tomat pun naik dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Sedangkan kentang masih bertahan di harga Rp20 ribu per kilogram. Untuk kacang tanah dan kacang hijau dijual Rp50 ribu per liter.

Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Palakka, Hj Dawiah mengaku harga bahan pokok cenderung naik dalam sepekan terakhir.

Imbasnya, berdampak pada penurunan jumlah pembeli.
Menurutnya, perubahan harga bisa terjadi sewaktu-waktu dengan selisih yang cukup besar.

“Kadang naik sampai Rp10 ribu, kadang juga turun Rp2 ribu atau Rp3 ribu. Tidak menentu sekarang,” ujarnya.

Senada diungkapkan pedagang lainnya, Masnah. Ia mengungkapkan, sebelum Ramadan lalu sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada di bawah Rp30 ribu per kilogram.

Namun kini beberapa komoditas sudah menyentuh angka Rp50 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat pembeli mulai mengurangi jumlah belanja sehingga keuntungan pedagang ikut menurun.

“Kalau dulu keuntungan bisa sampai Rp500 ribu per hari, sekarang paling banyak sekitar Rp300 ribu,” katanya.

Keluhan serupa juga datang dari warga. Seorang ibu rumah tangga, Rosna mengaku kenaikan harga bahan pokok sangat terasa saat memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

Menurutnya, jika sebelumnya uang Rp200 ribu masih cukup untuk kebutuhan rumah tangga selama sepekan, kini kondisi sudah jauh berbeda.

“Semoga ada solusi supaya harga kembali normal,” tandasnya.

Kenaikan harga bahan pokok yang terus terjadi membuat masyarakat berharap ada langkah konkret agar harga kebutuhan sehari-hari kembali stabil dan daya beli warga tidak semakin tertekan.

Dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, H Rusli mengaku segera menurunkan tim untuk melakukan pemantauan harga.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan berupaya menjaga stabilitas harga agar tidak terus membebani masyarakat.

“Kami juga berkoordinasi dengan distributor dan pemerintah provinsi untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman. Jika diperlukan, kami akan menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok bahan pokok di Bone masih dalam kondisi cukup. (kar)

SulawesiPos.com – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Bone, mulai membuat pedagang dan warga resah.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga kebutuhan dapur terus merangkak naik. Kondisi itu tak hanya membuat masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam, tetapi juga berdampak pada turunnya omzet para pedagang.

Pantauan media ini di Pasar Sentral Palakak, Minggu (17/5/2026), sejumlah komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan.

Harga cabai rawit masih bertahan di angka Rp50 ribu per kilogram. Bawang merah naik dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan serupa juga terjadi pada bawang putih yang kini dijual Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp45 ribu.

Sementara itu, bawang bombay masih stabil di harga Rp40 ribu per kilogram.

Tak hanya bumbu dapur, beberapa bahan makanan lainnya juga ikut mengalami kenaikan. Tempe bungkus kini dijual Rp20 ribu per bungkus dari sebelumnya Rp18 ribu. Harga tomat pun naik dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Sedangkan kentang masih bertahan di harga Rp20 ribu per kilogram. Untuk kacang tanah dan kacang hijau dijual Rp50 ribu per liter.

Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Palakka, Hj Dawiah mengaku harga bahan pokok cenderung naik dalam sepekan terakhir.

Imbasnya, berdampak pada penurunan jumlah pembeli.
Menurutnya, perubahan harga bisa terjadi sewaktu-waktu dengan selisih yang cukup besar.

“Kadang naik sampai Rp10 ribu, kadang juga turun Rp2 ribu atau Rp3 ribu. Tidak menentu sekarang,” ujarnya.

Senada diungkapkan pedagang lainnya, Masnah. Ia mengungkapkan, sebelum Ramadan lalu sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada di bawah Rp30 ribu per kilogram.

Namun kini beberapa komoditas sudah menyentuh angka Rp50 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat pembeli mulai mengurangi jumlah belanja sehingga keuntungan pedagang ikut menurun.

“Kalau dulu keuntungan bisa sampai Rp500 ribu per hari, sekarang paling banyak sekitar Rp300 ribu,” katanya.

Keluhan serupa juga datang dari warga. Seorang ibu rumah tangga, Rosna mengaku kenaikan harga bahan pokok sangat terasa saat memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

Menurutnya, jika sebelumnya uang Rp200 ribu masih cukup untuk kebutuhan rumah tangga selama sepekan, kini kondisi sudah jauh berbeda.

“Semoga ada solusi supaya harga kembali normal,” tandasnya.

Kenaikan harga bahan pokok yang terus terjadi membuat masyarakat berharap ada langkah konkret agar harga kebutuhan sehari-hari kembali stabil dan daya beli warga tidak semakin tertekan.

Dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, H Rusli mengaku segera menurunkan tim untuk melakukan pemantauan harga.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan berupaya menjaga stabilitas harga agar tidak terus membebani masyarakat.

“Kami juga berkoordinasi dengan distributor dan pemerintah provinsi untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman. Jika diperlukan, kami akan menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok bahan pokok di Bone masih dalam kondisi cukup. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru