Pengamat: Husniah Talenrang Sedari Awal Dinilai Belum Layak Pimpin PAN Sulsel

SulawesiPos.com – Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan, Husniah Talenrang resmi dicopot dari jabatannya oleh DPP PAN dan digantikan oleh Ashabul Kahfi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PAN Sulsel pada Kamis (7/5/2026) kemarin.

Pergantian pimpinan tersebut memunculkan berbagai respons dan sorotan, termasuk dari kalangan pengamat politik yang menilai dinamika internal PAN Sulsel sedang menghadapi tantangan serius menjelang agenda politik mendatang.

Mantan Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan yang juga Bupati Gowa, Husniah Talenrang, yang baru saja dicopot oleh DPP PAN, dinilai sedari awal bukan figur yang pas untuk memimpin partai sebesar PAN.

Hal ini disampaikan Dr. Attok Suharto, pengamat komunikasi politik dari UIN Dato Karoma.

Menurut Attok, saat dihubungi SulawesiPos.com, Jumat (8/5/2026), keterpilihan Husniah setahun yang lalu sebagai Ketua DPW PAN Sulsel, yang hanya ditetapkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, di kediaman pribadinya, di Jakarta, 11 Mei 2025, merupakan hasil yang cenderung dipaksakan, melalui lobi-lobi komunikasi politik di tingkat elit.

BACA JUGA: 
Anggota Komisi IX Apresiasi Bonus Hari Raya Ojol, Dorong Perbaikan Agar Lebih Berkeadilan

“Selama ini kita tidak mengenal karakter dan pengalaman Husniah di organisasi, tiba-tiba memimpin PAN yang memiliki jejaring politik yang kuat di Sulsel, seharusnya jika mekanisme pemilihan secara musyawarah, maka bisa jadi yang terpilih adalah Chaidir Syam, karena lebih matang di politik,” ungkap Attok.

Attok menduga pencopotan Husniah di tengah jalan ini akibat adanya kejadian luar biasa di tubuh PAN Sulsel. Selain dari lemahnya konsolidasi partai di tingkat 24 kabupaten/kota di Sulsel setelah pergantian pucuk pimpinan wilayah dari ketua sebelumnya, Ashabul Kahfi ke Husniah, ada batu sandungan lain yang menyebabkan DPP PAN harus segera mengambil sikap dengan mencopot adik mantan Kabaharkam Polri, Komjen Fadil Imran.

Sebelum dicopot, Husniah diterpa rumor tidak sedap. Ia dituding terlibat skandal perselingkuhan dengan konsultan politiknya. Husniah sempat membantah tuduhan tersebut tanpa melakukan upaya-upaya hukum terkait isu miring tersebut.

“Patut diduga ada persoalan selain lemahnya konsolidasi yang dinilai DPP PAN harus segera diamputasi sebelum membesar dan menggangu elektoral PAN sebelum Pemilu, pencopotan ini tetap berhubungan dengan kasus pribadi Husniah yang berbulan-bulan viral, dia diharapkan bisa fokus untuk menyelesaikan masalah pribadinya, ketimbang mengurus partai,” tambah Attok.

BACA JUGA: 
Soal Larangan Medsos Anak di Kazakhstan, Ashabul Kahfi Tekankan Pendekatan PP TUNAS

Attok berharap, dengan ditunjuknya Plt Ketua DPW PAN Sulsel Kembali ke Kahfi, ia berharap Kahfi mampu mengembalikan keseimbangan partainya, dengan mempersatukan kembali simpul-simpul partainya, sebelum menentukan figur yang pas untuk melanjutkan tongkat estafet Ketua DPW PAN Sulsel selanjutnya.

“Kahfi adalah sosok yang berpengalaman membesarkan PAN di Sulsel, dia punya jejaring partai dan kultural Muhammadiyah yang kuat, ketua PAN Sulsel selanjutnya harus ada garansi dari Kahfi, dia harus mempersiapkan figur yang bisa memajukan PAN Sulsel,” tutup doktor komunikasi politik jebolan UIN Alauddin Makassar ini.

SulawesiPos.com – Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan, Husniah Talenrang resmi dicopot dari jabatannya oleh DPP PAN dan digantikan oleh Ashabul Kahfi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PAN Sulsel pada Kamis (7/5/2026) kemarin.

Pergantian pimpinan tersebut memunculkan berbagai respons dan sorotan, termasuk dari kalangan pengamat politik yang menilai dinamika internal PAN Sulsel sedang menghadapi tantangan serius menjelang agenda politik mendatang.

Mantan Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan yang juga Bupati Gowa, Husniah Talenrang, yang baru saja dicopot oleh DPP PAN, dinilai sedari awal bukan figur yang pas untuk memimpin partai sebesar PAN.

Hal ini disampaikan Dr. Attok Suharto, pengamat komunikasi politik dari UIN Dato Karoma.

Menurut Attok, saat dihubungi SulawesiPos.com, Jumat (8/5/2026), keterpilihan Husniah setahun yang lalu sebagai Ketua DPW PAN Sulsel, yang hanya ditetapkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, di kediaman pribadinya, di Jakarta, 11 Mei 2025, merupakan hasil yang cenderung dipaksakan, melalui lobi-lobi komunikasi politik di tingkat elit.

BACA JUGA: 
Analisis Pencopotan Husniah Talenrang, Pengamat Unhas Sebut Upaya PAN Lepas dari Bayang-bayang Figur

“Selama ini kita tidak mengenal karakter dan pengalaman Husniah di organisasi, tiba-tiba memimpin PAN yang memiliki jejaring politik yang kuat di Sulsel, seharusnya jika mekanisme pemilihan secara musyawarah, maka bisa jadi yang terpilih adalah Chaidir Syam, karena lebih matang di politik,” ungkap Attok.

Attok menduga pencopotan Husniah di tengah jalan ini akibat adanya kejadian luar biasa di tubuh PAN Sulsel. Selain dari lemahnya konsolidasi partai di tingkat 24 kabupaten/kota di Sulsel setelah pergantian pucuk pimpinan wilayah dari ketua sebelumnya, Ashabul Kahfi ke Husniah, ada batu sandungan lain yang menyebabkan DPP PAN harus segera mengambil sikap dengan mencopot adik mantan Kabaharkam Polri, Komjen Fadil Imran.

Sebelum dicopot, Husniah diterpa rumor tidak sedap. Ia dituding terlibat skandal perselingkuhan dengan konsultan politiknya. Husniah sempat membantah tuduhan tersebut tanpa melakukan upaya-upaya hukum terkait isu miring tersebut.

“Patut diduga ada persoalan selain lemahnya konsolidasi yang dinilai DPP PAN harus segera diamputasi sebelum membesar dan menggangu elektoral PAN sebelum Pemilu, pencopotan ini tetap berhubungan dengan kasus pribadi Husniah yang berbulan-bulan viral, dia diharapkan bisa fokus untuk menyelesaikan masalah pribadinya, ketimbang mengurus partai,” tambah Attok.

BACA JUGA: 
Bupati Gowa Awali Safari Ramadan di Tompobulu, Serahkan Bantuan dan Tegaskan Lanjutkan Perbaikan Jalan

Attok berharap, dengan ditunjuknya Plt Ketua DPW PAN Sulsel Kembali ke Kahfi, ia berharap Kahfi mampu mengembalikan keseimbangan partainya, dengan mempersatukan kembali simpul-simpul partainya, sebelum menentukan figur yang pas untuk melanjutkan tongkat estafet Ketua DPW PAN Sulsel selanjutnya.

“Kahfi adalah sosok yang berpengalaman membesarkan PAN di Sulsel, dia punya jejaring partai dan kultural Muhammadiyah yang kuat, ketua PAN Sulsel selanjutnya harus ada garansi dari Kahfi, dia harus mempersiapkan figur yang bisa memajukan PAN Sulsel,” tutup doktor komunikasi politik jebolan UIN Alauddin Makassar ini.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru