Imam Masjid di Palopo Dituduh Jitak Bocah, Dikeroyok Lalu Dilapor Penganiayaan Anak

SulawesiPos.com – Kasus penganiayaan yang melibatkan seorang imam masjid di Kota Palopo memicu polemik setelah muncul tudingan bahwa korban lebih dulu melakukan kekerasan terhadap anak-anak.

Ahmad, imam Masjid As-Salam, kini berada di dua posisi sekaligus, sebagai korban pengeroyokan dan terlapor dalam dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Peristiwa ini bermula pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 15.50 Wita.

Saat itu, Ahmad menegur sekelompok bocah yang menggunakan pengeras suara masjid di luar waktu ibadah.

Selain dianggap mengganggu, bocah tersebut juga disebut sebelumnya pernah merusak fasilitas masjid.

Dalam situasi tersebut, Ahmad mengakui sempat menjitak kepala beberapa bocah sebagai bentuk teguran spontan.

Namun, tindakan itu kemudian memicu reaksi dari pihak keluarga anak.

Tak lama berselang, salah satu ibu bocah datang bersama tiga pria dewasa ke lokasi.

Ahmad mengaku diserang secara tiba-tiba dari arah belakang. Ia berusaha menghindar, tetapi terjatuh setelah tersandung pasir di sekitar lokasi.

BACA JUGA: 
Dua Mahasiswi Asal Palopo Magang di Solo Tewas, Jenazah Tiba Dini Hari di Kampung Halaman

“Saya dipukul bertubi-tubi. Dada saya diinjak, bahkan ada yang pakai batu bata,” ungkap Ahmad.

Akibat kejadian tersebut, Ahmad mengalami luka robek di bagian pelipis, lebam di wajah dan kepala, serta nyeri di bagian dada.

Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kasus ini berlanjut ke ranah hukum setelah Ahmad melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Ibu Bocah Lapor Balik Imam Masjid

Sehari setelah insiden, ibu bocah yang ditegur melaporkan balik Ahmad ke Polres Palopo melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)

Dalam laporannya, pihak keluarga menyebut Ahmad telah melakukan kekerasan terhadap anak mereka.

Kapolsek Wara yang dikonfirmasi melalui Panit Reskrim Polsek Wara, Ipda Ma’ruf membenarkan kejadian tersebut dan telah memeriksa sejumlah saksi.

“Laporan tersebut saat ini dalam proses lidik, empat orang saksi telah kami mintai keterangan,” katanya dikutip JawaPos Group, Senin (4/5/2026).

Hingga kini, belum ada pihak yang diamankan. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk menelaah rekaman CCTV yang telah diserahkan sebagai barang bukti.

BACA JUGA: 
Tragis! Pria di Sendana Palopo Ditemukan Tewas Tergantung Saat Sendirian di Rumah

“Untuk para pelaku itu, telah kami identifikasi keluarga dari anak yang dipukul sebelum terjadi pengeroyokan. Tinggal menunggu hasil visum kami akan gelar untuk naik sidik (penetapan tersangka),” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Kasus penganiayaan yang melibatkan seorang imam masjid di Kota Palopo memicu polemik setelah muncul tudingan bahwa korban lebih dulu melakukan kekerasan terhadap anak-anak.

Ahmad, imam Masjid As-Salam, kini berada di dua posisi sekaligus, sebagai korban pengeroyokan dan terlapor dalam dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Peristiwa ini bermula pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 15.50 Wita.

Saat itu, Ahmad menegur sekelompok bocah yang menggunakan pengeras suara masjid di luar waktu ibadah.

Selain dianggap mengganggu, bocah tersebut juga disebut sebelumnya pernah merusak fasilitas masjid.

Dalam situasi tersebut, Ahmad mengakui sempat menjitak kepala beberapa bocah sebagai bentuk teguran spontan.

Namun, tindakan itu kemudian memicu reaksi dari pihak keluarga anak.

Tak lama berselang, salah satu ibu bocah datang bersama tiga pria dewasa ke lokasi.

Ahmad mengaku diserang secara tiba-tiba dari arah belakang. Ia berusaha menghindar, tetapi terjatuh setelah tersandung pasir di sekitar lokasi.

BACA JUGA: 
Tragis! Dua Mahasiswi Poltekpar Makassar Asal Palopo Tewas Tertabrak Truk di Solo

“Saya dipukul bertubi-tubi. Dada saya diinjak, bahkan ada yang pakai batu bata,” ungkap Ahmad.

Akibat kejadian tersebut, Ahmad mengalami luka robek di bagian pelipis, lebam di wajah dan kepala, serta nyeri di bagian dada.

Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kasus ini berlanjut ke ranah hukum setelah Ahmad melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Ibu Bocah Lapor Balik Imam Masjid

Sehari setelah insiden, ibu bocah yang ditegur melaporkan balik Ahmad ke Polres Palopo melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)

Dalam laporannya, pihak keluarga menyebut Ahmad telah melakukan kekerasan terhadap anak mereka.

Kapolsek Wara yang dikonfirmasi melalui Panit Reskrim Polsek Wara, Ipda Ma’ruf membenarkan kejadian tersebut dan telah memeriksa sejumlah saksi.

“Laporan tersebut saat ini dalam proses lidik, empat orang saksi telah kami mintai keterangan,” katanya dikutip JawaPos Group, Senin (4/5/2026).

Hingga kini, belum ada pihak yang diamankan. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk menelaah rekaman CCTV yang telah diserahkan sebagai barang bukti.

BACA JUGA: 
Dua Mahasiswi Asal Palopo Magang di Solo Tewas, Jenazah Tiba Dini Hari di Kampung Halaman

“Untuk para pelaku itu, telah kami identifikasi keluarga dari anak yang dipukul sebelum terjadi pengeroyokan. Tinggal menunggu hasil visum kami akan gelar untuk naik sidik (penetapan tersangka),” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru