SulawesiPos.com – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, berharap ketahanan pangan keluarga Indonesia bisa terwujud dari partisipasi kaum perempuan Indonesia dalam mewujudkan kebun pangan lokal perempuan.
Veronica yang menjadi pembicara tamu program Success Story Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026), menyebutkan keberadaan kebun pangan lokal yang dikelola perempuan akan menambah pendapatan keluarga menjadi keluarga yang sejahtera dan mandiri dari pengelolaan kebun di rumah dan sekitar tempat tinggalnya.
“Kolaborasi Kementerian PPA bersama sektor pertanian dan pangan, perempuan bisa menjadi pelaku langsung, perempuan tidak perlu lagi diajarkan, karena di rumah mereka sudah jadi manajer, ketika perempuan bekerja di rumah dari A sampai Z, hal ini bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” ujar Veronica.
Veronica mengaku sangat bangga bisa diajak berkolaborasi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman guna mewujudkan keinginan Presiden Prabowo untuk mewujudkan ketahanan pangan bagi anak bangsa.
Pihak Kementerian PPPA saat ini telah melakukan kegiatan percontohan Gerakan Kebun Pangan Lokal Perempuan di 5 lokasi berbeda, yakni di Pulau Jawa (Solo) dan Sumatra, Sulawesi (Bone), serta NTT dan Maluku Utara.
“Total penduduk Indonesia, 50 persen perempuan, sepertiganya anak-anak yang akan menjadi generasi emas, Presiden punya cita-cita bisa jalan kalau perempuan diberi ruang dan akses, khususnya di tingkat desa,” pungkas Veronica.
Program Kebun Pangan Perempuan (KemenPPPA-Kementan) adalah inisiatif strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi anak dengan menempatkan perempuan desa sebagai penggerak utama.
Program ini menargetkan 20.000 titik kebun di seluruh Indonesia, berfokus pada pemanfaatan pekarangan untuk komoditas bergizi (cabe, sayur, ayam petelur) guna meningkatkan ekonomi keluarga.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi lintas kementerian dalam menggerakkan kebun pangan keluarga berbasis komunitas.
“Kementerian Pertanian siap memfasilitasi pembibitan, alat pertanian, pendampingan petani, hingga dukungan teknis lainnya. Kolaborasi antar kementerian sudah dipastikan bisa berjalan. Hal yang terpenting adalah komitmen pemerintah daerah untuk bergerak bersama dan serius mengembangkan program ini,” pungkas Andi Amran, dikutip dari rilis Kementerian PPPA (21/2). (mna)

