Sempat Keluh Sakit Perut, Penumpang KMP Masagena Meninggal dalam Perjalanan ke Bajoe

SulawesiPos.com – Seorang penumpang kapal Ferry KMP Masagena rute Kolaka-Bajoe, meninggal dunia dalam perjalanan.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (24/3/2026) malam. Kapal Ferry tersebut baru sandar di Pelabuhan Bajoe pada Rabu pagi 25 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Abd. Rahman (42), warga Desa Kampuno, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Almarhum sebelumnya melakukan perjalanan dari Pelabuhan Kolaka bersama istrinya, Yuliana, serta lima anggota keluarga lainnya menuju Pelabuhan Bajoe.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 19.00 WITA saat berada di atas kapal, korban tiba-tiba mengeluhkan sakit pada bagian perut.

Tidak lama berselang, pihak keluarga melakukan pemeriksaan dan mendapati korban telah meninggal dunia.

Setibanya di Pelabuhan Bajoe, jenazah korban langsung dievakuasi oleh personel Pos Pam Pelabuhan Bajoe dibantu petugas kesehatan pelabuhan serta masyarakat setempat.

Diketahui, sebelum kejadian, almarhum sempat menjalani pengobatan di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Setelah selesai berobat, pihak keluarga membawa korban kembali ke Kabupaten Bone.

BACA JUGA: 
Temui Bupati Bone, ASDP Bajoe Sampaikan Rencana Pengalihan Operasional Mulai 1 Mei

Proses evakuasi dipimpin langsung Kapolsek Kawasan Pelabuhan Bajoe AKP Andi Dahlan, S.Pd.I bersama Perwira Pengendali (Padal) Iptu Sakwan, S.H, dengan melibatkan personel gabungan yang bertugas di Pos Pengamanan dan Pelayanan Pelabuhan Bajoe.

“Personel kami yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2026 terjun membantu proses evakuasi jenazah setibanya di Pelabuhan Bajoe. Kami juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan serta pihak keluarga untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan penuh empati,” ujar Kasihumas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar, S.H.

Ia menambahkan, kehadiran personel di Pos Pam tidak hanya untuk pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya penumpang kapal, agar memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Jika mengalami keluhan kesehatan, segera melapor kepada petugas agar dapat segera ditangani,” tambahnya.

Secara umum, situasi di Pelabuhan Bajoe tetap aman, tertib, dan terkendali pasca kejadian tersebut. (kar)

BACA JUGA: 
Komisi III DPRD Bone Sidak Pelabuhan Bajoe, Progres Perbaikan Dermaga Capai 30 Persen

SulawesiPos.com – Seorang penumpang kapal Ferry KMP Masagena rute Kolaka-Bajoe, meninggal dunia dalam perjalanan.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (24/3/2026) malam. Kapal Ferry tersebut baru sandar di Pelabuhan Bajoe pada Rabu pagi 25 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Abd. Rahman (42), warga Desa Kampuno, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Almarhum sebelumnya melakukan perjalanan dari Pelabuhan Kolaka bersama istrinya, Yuliana, serta lima anggota keluarga lainnya menuju Pelabuhan Bajoe.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 19.00 WITA saat berada di atas kapal, korban tiba-tiba mengeluhkan sakit pada bagian perut.

Tidak lama berselang, pihak keluarga melakukan pemeriksaan dan mendapati korban telah meninggal dunia.

Setibanya di Pelabuhan Bajoe, jenazah korban langsung dievakuasi oleh personel Pos Pam Pelabuhan Bajoe dibantu petugas kesehatan pelabuhan serta masyarakat setempat.

Diketahui, sebelum kejadian, almarhum sempat menjalani pengobatan di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Setelah selesai berobat, pihak keluarga membawa korban kembali ke Kabupaten Bone.

BACA JUGA: 
Urai Kemacetan Selama Arus Balik, ASDP Bajoe Tambah Empat Trip Kapal

Proses evakuasi dipimpin langsung Kapolsek Kawasan Pelabuhan Bajoe AKP Andi Dahlan, S.Pd.I bersama Perwira Pengendali (Padal) Iptu Sakwan, S.H, dengan melibatkan personel gabungan yang bertugas di Pos Pengamanan dan Pelayanan Pelabuhan Bajoe.

“Personel kami yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2026 terjun membantu proses evakuasi jenazah setibanya di Pelabuhan Bajoe. Kami juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan serta pihak keluarga untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan penuh empati,” ujar Kasihumas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar, S.H.

Ia menambahkan, kehadiran personel di Pos Pam tidak hanya untuk pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya penumpang kapal, agar memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Jika mengalami keluhan kesehatan, segera melapor kepada petugas agar dapat segera ditangani,” tambahnya.

Secara umum, situasi di Pelabuhan Bajoe tetap aman, tertib, dan terkendali pasca kejadian tersebut. (kar)

BACA JUGA: 
Warga Bajoe Demo Tuntut Pembatalan Pengalihan Lintasan, ASDP Minta Persetujuan Pusat Fungsikan Dermaga Lama

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru