SulawesiPos.com – Laga panas Eredivisie pekan ke-28 menghadirkan duel klasik penuh tensi antara Feyenoord vs Ajax yang berakhir imbang 1-1.
Meski tampil lebih dominan sepanjang pertandingan, Feyenoord gagal mengamankan tiga poin setelah Ajax mencuri gol lebih dulu di babak kedua.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan yang berlangsung pada 22 Maret 2026 ini dimulai dengan tempo tinggi.
Feyenoord langsung menekan sejak awal, namun rapatnya lini pertahanan Ajax membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, justru Ajax yang berhasil mencuri keunggulan lebih dulu melalui gol Sean Steur pada menit ke-54.
Gol ini membuat Feyenoord tersentak dan meningkatkan intensitas serangan.
Berbagai upaya serangan dilakukan Feyenoord.
Namun kuatnya lini belakang Ajax yang dipimpin oleh kiper Timnas Indonesia, Marteen Paes.
Petaka Menit Akhir
Petaka datang bagi Ajax ketika salah satu pemainnya melakukan handsball di dalam kotak penalti.
Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih setelah melihat insiden tersebut.
Jakub Moder yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Gelandang asal Polandia itu sukses mengecoh kiper Ajax yang diketahui merupakan mantan pemain FC Dallas dan membawa Feyenoord imbang pada menit ke-84.
Gol tersebut membakar semangat tuan rumah untuk terus menekan Ajax.
Statistik Bicara: Feyenoord Lebih Unggul
Secara statistik, Feyenoord sebenarnya tampil lebih dominan:
- Peluang Goals (xG): 1.37 vs 0.20
- Penguasaan Bola: 54% vs 46%
- Tekanan Serangan: Lebih intens dari tuan rumah
Namun, efektivitas menjadi pembeda.
Ajax mampu memaksimalkan peluang minim mereka, sementara Feyenoord kurang tajam di penyelesaian akhir.
Pergantian dan Momen Penting
Babak kedua diwarnai sejumlah pergantian pemain yang memengaruhi jalannya laga.
Ajax melakukan beberapa rotasi untuk menjaga tempo, termasuk masuknya Fitz-Jim K. dan Wijndal.
Sementara itu, Feyenoord mencoba menambah daya gedor lewat perubahan strategi di menit akhir.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap tidak berubah.
Derby Klasik Selalu Panas
Hasil imbang ini terasa seperti kerugian bagi Feyenoord yang tampil lebih agresif dan menciptakan peluang lebih banyak.
Di sisi lain, Ajax menunjukkan efisiensi tinggi meski minim peluang.
Pertandingan ini kembali menegaskan bahwa duel klasik Belanda selalu menghadirkan drama dan tensi tinggi, terlepas dari posisi klasemen.
Hasil 1-1 membuat kedua tim harus puas berbagi poin.
Feyenoord mungkin lebih dominan, tetapi Ajax menunjukkan mentalitas kuat untuk mencuri hasil di laga tandang.

