SulawesiPos.com – Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan terhadap aparat penegak hukum sebagai bagian dari transformasi bangsa.
Menurutnya, reformasi tidak hanya terbatas pada satu institusi, tetapi mencakup seluruh elemen negara yang memiliki peran dalam penegakan hukum.
“Yang saya ingin lakukan adalah transformasi bangsa, saya ingin perbaiki kondisi bangsa itu semua termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum,” ujarnya, dalam keterangan di Youtube pribadinya, dikutip Minggu (22/3/2026).
Presiden menekankan bahwa keberadaan sistem hukum yang kuat dan berintegritas merupakan syarat utama bagi negara yang maju.
“Hukum, the rule of law, itu bagian penting daripada negara yang kuat dan berhasil,” tegasnya.
Ia menilai profesionalisme dan integritas aparat menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Prabowo mengingatkan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh segelintir oknum dapat merusak citra institusi secara keseluruhan.
“Mungkin beberapa oknum dia punya power, dia bisa berbuat seenaknya, tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pengawasan internal agar perilaku menyimpang tidak mencoreng lembaga.
Beri Kesempatan Perbaikan, Siap Ambil Tindakan
Dalam upaya reformasi, Presiden menyatakan akan memberi ruang bagi masing-masing institusi untuk melakukan pembenahan dari dalam.
Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila tidak ada perubahan.
“Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa perbaiki diri nggak? Kalau kau perbaiki diri saya kasih kesempatan,” ujarnya.
Presiden juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan, termasuk dalam praktik tambang ilegal yang seharusnya dapat dicegah oleh aparat.
“Bagaimana ada tambang ilegal, Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Dandim tidak tahu?” katanya.
Ia menegaskan bahwa penindakan terhadap aparat yang melanggar hukum telah dilakukan dan akan terus berlanjut.
“Anda bisa lihat sudah berapa jenderal, bintang 3, bintang 2 yang kita pecat yang kita serahkan ke kejaksaan,” ucapnya.

